Identitas Tiga Jenazah Korban KM Virgo Terungkap, Diserahkan ke Pihak Keluarga


hallobanua.com, BANJARMASIN — Proses identifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus membuahkan hasil. Tiga jenazah yang dievakuasi dari dalam badan kapal pada Jumat (18/9/2026) malam resmi teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.

Ketiga jenazah yang berada dalam satu ikatan keluarga tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses verifikasi selesai.

DVI Commander sekaligus Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Much Sofwan merinci identitas ketiga korban yang diterima dengan kode post mortem 002, 003, dan 004.

"Post mortem 002 identik dengan ante mortem 007, Muhammad Abdianoor, 30 tahun, asal Banjarmasin," kata Much Sofwan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (19/9/2026) siang.

Dua korban lainnya adalah Yuli (29) asal Banjarmasin yang teridentifikasi lewat gigi dan properti (post mortem 004), serta Surya (59) asal Margasari yang teridentifikasi dari sidik jari dan ciri medis (post mortem 003).

 Muhammad Abdianoor dan Yuli merupakan pasangan suami istri, sedangkan Surya adalah paman mereka.
Dengan tambahan ini, total korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi mencapai sembilan orang.

"Jumlah total jenazah yang teridentifikasi sebanyak sembilan orang. Mohon doa agar seluruh jenazah dapat ditemukan dan teridentifikasi," tambahnya.

Pihak keluarga, melalui Husnul Khatimah (38), membenarkan penemuan tiga anggotanya tersebut. Namun, keluarga memilih bertahan di Banjarmasin karena masih menantikan lima anggota keluarga lain yang belum ditemukan, yakni Mahsan, Ernawati, Nur Aisyah, Rusdiana, dan Nurdiana.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mencatat total korban dievakuasi hingga hari ketujuh mencapai 117 orang, dengan 108 selamat dan sembilan meninggal.

"Update hari ini hari ketujuh. Total evakuasi 117, kemarin enam, sekarang tiga berarti sembilan MD," terang Nur Khamid.

Polda Kalsel bersama Basarnas juga siap siaga mengantisipasi penanganan jenazah lanjutan, termasuk menyiapkan fasilitas pendingin.

"Pada prinsipnya kita sudah siap siaga. Untuk pendingin juga sudah kita siapkan. Mekanisme regulasi sudah kita rapatkan dengan Basarnas," ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur KPLP Ditjen Hubla Triono menegaskan bahwa operasi pengangkatan bangkai kapal (salvage) belum akan dilakukan karena fokus utama masih pada pencarian 126 korban yang hilang.

"Salvage belum dilaksanakan karena masih dalam proses evakuasi ini," pungkas Triono.

Penulis : rian akhmad
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya