​Menatap 5 Abad Banjarmasin: Refleksi H. Ibnu Sina tentang Kota 'Pinggir Banyu' dan Harapan yang Terus Mengalir


hallobanua.com, BANJARMASIN - Perjalanan panjang selama 500 tahun atau lima abad bukanlah sekadar deretan angka bagi Kota Banjarmasin. Di balik geliat arus Sungai Martapura yang tak pernah berhenti mengalir, simpul-simpul sejarah telah merajut keberagaman, kebudayaan, hingga geliat ekonomi masyarakatnya dari masa ke masa.

​Dalam momen bersejarah Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 pada Kamis (24/09/2026) ini, suasana haru dan bangga menyelimuti ingatan kolektif warga Seribu Sungai.

 H. Ibnu Sina, sosok yang pernah dipercaya memimpin kota ini selama dua periode (2016–2021 dan 2021–2025), menyampaikan rasa syukur mendalam atas usia emas kota tempat baktinya tersebut.

​"Alhamdulillah, 500 tahun atau 5 abad usia Kota Banjarmasin. Kota 'pinggir banyu' yang terus maju dan berkembang dari era kesultanan, era penjajahan, era kemerdekaan, sampai era sekarang," ungkap Ibnu Sina saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kita Banjarmasin.

​Bagi Ibnu, Banjarmasin bukan sekadar wilayah administratif, melainkan rumah bersama yang senantiasa memberi ruang bagi warganya untuk bertumbuh dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera.

​Sebagai sebuah kota tua dengan jejak sejarah yang panjang, Banjarmasin memikul tanggung jawab moral untuk terus memberikan pelayanan publik terbaik demi meraih kembali kejayaannya. 

Ibnu Sina juga Presiden ISFO  itu menegaskan pentingnya menjaga karakter unik kota ini agar tetap bersinar di ranah regional maupun nasional.

​"Kota ini dituntut untuk terus memberikan yang terbaik bagi pelayanan publik dan meraih kembali kejayaannya. Menjadi mercusuar perdagangan, kota dagang dan jasa, mercusuar kehidupan kebudayaan dengan budaya sungai dan budaya Banjarnya, serta mercusuar kehidupan beragama atau religi. Sehingga kota ini menjadi sangat strategis," tuturnya.
​

Keunikan budaya sungai dan religiusitas inilah yang menurutnya menjadi akar kekuatan warga Banjarmasin dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

​Di tengah persaingan antarkota yang kian ketat, Ibnu Sina juga Tenaga Ahli Gubernur ini mengingatkan satu prinsip penting yang tidak boleh diabaikan, yakni pembangunan berkelanjutan (sustainability development).

Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.

​"Kepemimpinan pasti berganti, tetapi perencanaan pembangunan harus jadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari generasi ke generasi. Ini penting untuk mewujudkan kota yang lebih baik, maju ke depan, dan yang paling utama: kota yang manusiawi serta memberikan kesejahteraan bagi warganya," tegasnya penuh harap.

​Meski menyadari masih banyak 'PR' besar yang harus diselesaikan bersama, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berkecil hati.

​"Walaupun PR-nya besar, kita jangan merasa rendah diri. Kota-kota lain pada saat yang sama juga sedang berkejaran untuk meraih kemajuannya," pungkas Ibnu Sina optimis
.
​Di usianya yang ke-500 tahun, Banjarmasin terbukti tidak hanya bertahan melewati zaman, tetapi terus melangkah anggun, menjaga warisan leluhur di tepi sungai sembari menatap masa depan yang lebih sejahtera dan inklusif. 

Penulis : rian akhmad
Kota bjn
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya