Terindikasi Judi Online, Hak Bansos 3.710 Warga Banjarmasin Terancam Diputus

hallobanua.com, BANJARMASIN – Praktik judi online (judol) membawa dampak fatal bagi ribuan warga penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Banjarmasin. 

Berdasarkan data Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebanyak 3.710 warga penerima bansos dari Kemensos RI di Banjarmasin terindikasi aktif bermain judol angka tertinggi di Kalimantan Selatan.

​Keterlibatan dalam judi online kini langsung mengancam keberlangsungan bantuan seperti PKH dan BPNT. 

Jika terdeteksi, sistem di Kementerian Sosial akan memblokir bantuan tersebut secara otomatis. Dampaknya pun tidak hanya menimpa individu, melainkan satu keluarga.

​Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari, menegaskan bahwa penindakan kini berjalan ketat melalui sistem terintegrasi.

​"Menerima bansos atau tidak, perjudian itu memang tidak diperkenankan dan diharamkan agama. Praktik perjudian ini sering kali terselubung dalam bentuk game online. Jika terdeteksi melakukan perjudian online, bantuan akan langsung diputus secara otomatis oleh sistem yang dibangun Kementerian Sosial," ujar Eka Rahayu, Rabu (02/09/2026).

​Dampak domino dari judol ini sangat merugikan keluarga. Jika ada satu saja anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang terbukti bermain judol, seluruh anggota keluarga terancam kehilangan status sebagai penerima bansos dan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan. Jumlah ini bahkan berpotensi bertambah seiring evaluasi data secara berkala.

​"Data terakhir itu pada akhir bulan tadi. Bisa saja berikutnya data tersebut akan bertambah," tambahnya.

​Dinsos Banjarmasin mengingatkan bahwa dana bansos adalah amanah untuk pemenuhan kebutuhan dasar, bukan modal untuk bertaruh di dunia maya.

​"Masyarakat kita imbau untuk memanfaatkannya secara bijak demi kelangsungan hidup keluarga. Di antaranya untuk memenuhi kebutuhan pangan harian, mendukung biaya pendidikan anak, memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan sampai meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga," tutupnya.


Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya