Update Musibah KM Virgo Transport 8: Total 41 Jenazah Korban Berhasil Diidentifikasi Tim DVI


hallobanua.com, BANJARMASIN — Memasuki hari ke-16 proses identifikasi korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8, Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Senin (28/9/2026).
​
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Nur Khamid menyampaikan data pemutakhiran terkait total korban berdasarkan hasil rilis Basarnas. Dari total 243 korban, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 70 orang meninggal dunia.

​"Dari total jenazah korban meninggal dunia, 41 jenazah telah berhasil teridentifikasi, sementara 29 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi," ujar Kombes Nur Khamid.

Semua jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada pihak keluarga, dan santunan dari PT Jasa Raharja juga sudah disalurkan.

Sementara itu, Komandan Tim DVI yang juga menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes dr. Moch. Sofwan, mengumumkan daftar 16 jenazah terbaru yang berhasil diidentifikasi hingga Senin (28/9/2026):
​Tri Sutrisno (L, 30 th) – Kediri, Jawa Timur 
​Riski Ananta Agusena (L, 23 th) – Kudus, Jawa Tengah 
​Guntur Aji Pangestu (L, 27 th) – Surakarta, Jawa Tengah 
​Triyono Basuki (L, 45 th) – Surabaya, Jawa Timur
​Tihwin Nuryanto (L, 43 th) – Madiun, Jawa Timur 
​Sugianto (L, 41 th) –Banjarmasin, Kalimantan Selatan 
​Ilham Mukhamad Rojab (L, 21 th) – Jepara, Jawa Tengah 
​Yuli Purwanto (L, 47 th) – Tulungagung, Jawa Timur 
​Mochamad Cholis (L, 52 th) – Surabaya, Jawa Timur 
​Surono (L, 38 th) – Jombang, Jawa Timur 
​Muhammad Adam Assegaf (L, 19 th) – Kudus, 
​Susanto (L, 36 th) – Blitar, Jawa Timur 
​Maolana Purwa Wibowo (L, 18 th) – Cilacap, Jawa Tengah 
​Wati (P, 48 th) – Pangandaran, Jawa Barat 
​Yaya Carya (L, 58 th) – Cirebon, Jawa Barat 
​Bambang Setya Budi (L, 56 th) – Malang, Jawa Timur 

​Kombes dr. Moch. Sofwan menjelaskan adanya kendala seperti perubahan kondisi wajah, sulitnya mengenali sidik jari, hingga adanya alat gerak tubuh yang hilang.
​

Ditambahkan Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati, bahwa ketika pemeriksaan sidik jari tidak lagi memungkinkan, tim mengandalkan ciri medis, gigi, serta properti/pakaian yang melekat pada korban.

​Pengiriman sampel DNA ke Jakarta dilakukan secara teratur menyesuaikan kedatangan jenazah yang bertahap. 

"Pemeriksaan DNA memerlukan waktu minimal 5 hari. Tim DVI terus bekerja tanpa henti, termasuk pada akhir pekan, guna memastikan seluruh jenazah dapat teridentifikasi dan segera diserahkan kepada pihak keluarga," tuntasnya.


Penulis : Rian Akhmad 
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya