hallobanua.com, BANJARMASIN — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) terus memacu keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal agar semakin berdaya saing dan naik kelas.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK Kota Banjarmasin yang berlangsung di Hotel Aria Barito, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 120 pelaku IKM produk unggulan binaan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar.
Dalam sambutannya, Sekda Banjarmasin yang akrab disapa Tezar ini menyoroti masih banyaknya pelaku usaha yang belum menyadari pentingnya legalitas dan sertifikasi produk secara menyeluruh.
"Masih ada IKM kita yang belum aware terhadap kelengkapan sertifikasi. Mereka sudah berjualan, tetapi belum mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), belum mendaftar di akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), apalagi memiliki sertifikat halal. Pemko hadir untuk mendampingi agar usaha mereka tak sekadar konvensional, tapi siap naik kelas," tegas Tezar.
Tezar menambahkan, batas masa relaksasi sertifikasi halal untuk produk IKM berakhir pada Oktober 2026 ini, sehingga pemenuhan legalitas menjadi prioritas yang mendesak.
Lewat pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai legalitas dasar (NIB), kewajiban pelaporan berkala SIINas setiap 6 bulan, hingga peningkatan kualitas pengemasan (packaging).
"Kita ingin pembeli tidak hanya sekali datang, tetapi kembali lagi atau bahkan merekomendasikan kuliner dan kerajinan Banjarmasin karena kualitasnya terjamin dan perizinannya lengkap," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan hingga pemasaran produk-produk unggulan IKM binaan.
Neli menjelaskan bahwa kolaborasi antara Disperdagin dan Dekranasda menjadi kunci penting agar produk lokal tidak hanya bagus secara tampilan dan lengkap legalitasnya, tetapi juga memiliki akses pasar yang luas.
"Disperdagin mengadakan pelatihan ini untuk produk unggulan binaan yang sudah masuk ke kami. Mereka dibimbing oleh para pembicara mengenai pengemasan produk hingga pengurusan sertifikasi halal dan legalitasnya. Dari sisi Dekranasda, kami berkolaborasi membantu memfasilitasi dan memasarkan produk-produk tersebut di galeri Dekranasda yang baru," ungkap Neli.
Ia mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin untuk tidak ragu berbelanja oleh-oleh di galeri Dekranasda Kota Banjarmasin.
"Jadi bagi warga maupun tamu yang datang mencari oleh-oleh khas Banjarmasin, cukup datang ke Dekranasda. Di sana sudah tersedia produk kerajinan dan produk IKM berkualitas yang siap dijadikan pusat oleh-oleh," terangnya.
Melihat perkembangan IKM di Banjarmasin, Neli mengaku optimistis lantaran antusiasme para perajin dan pelaku usaha terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Alhamdulillah, perkembangan produk IKM terus meningkat. Antusiasme warga dan perajin sangat tinggi, terbukti dari 120 peserta yang hadir. Karena setelah proses legalitasnya dibantu, kami di Dekranasda juga mendampingi pemasarannya, sehingga masyarakat merasa terfasilitasi untuk mempromosikan dan menjual produk mereka," pungkas Neli.
Penulis : Rian Akhmad
Kota bjm
