hallobanua.com, BANJARMASIN — Langkah progresif dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin dalam mengoptimalkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui digitalisasi parkir, BPKPAD mulai menguji coba sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di 75 titik objek pajak parkir.
Kendati demikian, Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah BPKPAD Kota Banjarmasin, Nanda Dharmawan, mengungkapkan bahwa implementasi di puluhan titik tersebut belum mencapai hasil yang maksimal karena masih dalam tahap uji coba.
Untuk mendongkrak partisipasi publik dan juru parkir, pihak BPKPAD menggelar ajang QRIS Championship 2026 yang berlangsung dari September hingga November 2026.
Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia dan Bank Kalsel.
Menurut Nanda, pengundian pemenang untuk periode bulan September 2026 telah sukses dilaksanakan dengan membagi empat kategori penghargaan. Salah satunya diperuntukkan bagi juru parkir yang aktif menerapkan pembayaran QRIS, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Banjarmasin yang paling sering bertransaksi non-tunai.
"Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan. Jadi tiap bulan diundi. Namun undian terakhir di November yang akan diundi bulan Desember hadiahnya untuk juru parkir yaitu satu unit Honda Beat Sporty dan ASN Samsung Galaxy A57 untuk undian bulan terakhir. Kalau bulan-bulan ini hadiah paling besar sepeda listrik," ungkap Nanda, Jumat (23/10/2026).
Adanya stimulus perlombaan ini terbukti membuahkan hasil manis. Berdasarkan grafik data dari Bank Kalsel, volume transaksi non-tunai menunjukkan tren peningkatan yang positif di tengah masyarakat maupun kalangan ASN.
Bahkan, BPKPAD mencatat lonjakan persentase penggunaan QRIS di sektor pajak parkir melesat hingga 50 persen hanya dalam bulan pertama ajang tersebut bergulir.
Di balik capaian positif tersebut, BPKPAD tidak memungkiri masih ada batu sandungan di lapangan. Mayoritas juru parkir di Banjarmasin terkendala masalah literasi digital alias Gagap Teknologi (Gaptek) dan masih enggan meninggalkan kebiasaan lama.
Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa uji coba di 75 titik objek pajak parkir belum beroperasi secara maksimal, sehingga transisi digitalisasi harus ditempuh secara perlahan dan bertahap.
Penulis : Rian Akhmad
Kota Bjm
