Bupati Batola Sampaikan Duka Mendalam Gugurnya Relawan Damkar "Amang Udin"

hallobanua.com, Batola - Suasana duka menyelimuti kediaman Nurdin alias Amang Udin (03 KBL), relawan pemadam kebakaran yang gugur setelah berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perempatan Handil Bhakti, dekat Kantor Kecamatan Alalak.

​Sejak kabar duka tersebut menyebar, sejumlah pelayat tampak mendatangi rumah duka yang berlokasi di Jl. Padat Karya Komp. Kayu Bulan, RT 62 RW 03, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara Rabu (21/10/2026).

Tak hanya sesama relawan dan warga sekitar, Bupati Barito Kuala (Batola), Bahrul Ilmi, bersama Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin juga hadir bertakziah untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

​Dalam kunjungannya, Bupati  Bahrul Ilmi menyampaikan rasa prihatin dan haru yang mendalam atas dedikasi almarhum yang berjuang di garis depan penanganan karhutla di Batola.

​"Kita dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala merasa sangat kehilangan atas meninggalnya beliau. Hari ini kita sama-sama turun di lapangan, tentu hati kita sangat berat, terharu, dan ikut sedih melihat keluarga yang ditinggalkan," ujar Bahrul Ilmi saat berada di rumah duka.
​
Bahrul juga sempat berbincang langsung dengan istri almarhum mengenai kondisi kehidupan keluarga almarhum. 

Diketahui, almarhum bersama keluarga selama ini tinggal di rumah kontrakan dan masih sering berpindah-pindah, serta memiliki tiga orang anak yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

​Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala memberikan tawaran bantuan serta santunan untuk meringankan beban keluarga almarhum.
​
"Tadi sempat berbincang dengan istri beliau, anak-anak beliau juga tiga-tiganya masih sekolah. Tadi saya tawarkan, jika berkenan pindah ke Barito Kuala, boleh kita buatkan rumah sekaligus kita bantu kelanjutan pekerjaan istri beliau di Barito Kuala," jelasnya.

​Selain tawaran hunian dan pekerjaan, Pemkab Batola juga menyerahkan santunan duka secara langsung.
​
"Tadi kita juga memberikan santunan sebesar Rp10 juta, mudah-mudahan bisa membantu keluarga. Kami juga mengimbau seluruh relawan pemadam kebakaran untuk selalu memperhatikan keselamatan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali," tambahnya.

​Terkait upaya pemadaman karhutla yang masih terus meluas di wilayah Batola, Bahrul Ilmi menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras di lapangan.

​Untuk mengoptimalkan penanganan, Pemkab Batola telah mendirikan tiga posko utama di wilayah rawan. Seperti ​wilayah Kecamatan Alalak, (dikoordinasikan bersama Polres Barito Kuala), wilayah Kecamatan Jejangkit (dikoordinasikan bersama unsur TNI) dan wilayah Kecamatan Marabahan (dikoordinasikan bersama Satpol PP dan BPBD).

​"Meskipun ada pembagian wilayah, intinya kita bergotong royong dan bekerja sama. Tidak ada 'raja kecil', yang ada kita seperti semut yang bergotong royong menyelesaikan masalah karhutla ini," tegas Bahrul.

​Ia menambahkan, titik api di lapangan masih terus berubah setiap harinya, dengan wilayah terdampak paling parah saat ini berada di Kecamatan Alalak dan Jejangkit.

​Terakhir, Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasi tinggi kepada para relawan, khususnya relawan dari Banjarmasin yang turut bahu-membahu menanggulangi karhutla di wilayah Batola.

​"Saya pribadi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih banyak kepada relawan Banjarmasin yang selama ini banyak membantu pemadaman api. Kami menyaksikan sendiri di lapangan, bahkan kemarin bersama Pak Kapolres ikut memadamkan api sampai jam 11 malam. Mudah-mudahan perjuangan para relawan ini mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT," pungkasnya.

​Bahrul Ilmi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap membalut pekat, serta selalu menjaga kesehatan hingga musim kemarau dan bencana karhutla ini segera berlalu.

Penulis : rian akhmad
Batola
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya