Lansia Terlantar Meninggal Dunia di Rumah Singgah, Dinsos Pastikan Perawatan Hingga Menjamin Kebutuhan


hallobanua.com, BANJARMASIN - Tiga orang Lanjut Usia (Lansia) terlantar yang ada di Rumah Singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, meninggal dunia pada Januari 2024 ini.

Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana mengungkapkan lansia yang meninggal terdiri dari 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki yang ketiganya ini diketahui berusia lebih dari 60 tahun.

Jumlah itu kata dia hampir mendekati setengah dari total lansia yang meninggal selama tahun 2023 yang lalu, di Rumah Singgah Baiman yang ada di Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan itu.

"Di tahun 2023 itu totalnya ada delapan lansia terlantar yang meninggal dunia" ucap Dolly di Balai Kota Banjarmasin belum lama tadi.

Dolly bilang, kenapa kebanyakan mayoritas yang meninggal di rumah singgah adalah para lansia, karena sebelum ditampung di rumah singgah, para lansia terlantar itu umumnya sudah mengidap penyakit parah seperti penyakit paru-paru kronis dan lainnya.

"Mungkin, karena mereka sudah terlalu lama begadang atau tidur di luar. Makannya tak karuan dan lain-lain," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya kebanyakan penghuni rumah singgah ini adalah dari hasil laporan masyarakat. Baik itu laporan adanya ODGJ mengamuk, sampai dengan lansia terlantar.

Namun rata-rata menurut Dolly, memang tidak memiliki keluarga lagi dan tidak memiliki identitas.

"Setelah dijemput, kami asesmen dahulu apakah masih memiliki keluarga atau tidak. Kalaupun ada, biasanya pihak keluarga yang justru meminta kami untuk merawatnya. Karena berasal dari masyarakat kurang mampu," jelasnya.

Lantas, bagaimana terkait penanganan lansia terlantar hingga ODGJ yang dilakukan jajarannya?

Dolly bilang bahwa pihaknya sudah cukup maksimal melakukan penanganan. Dimana tak hanya sekadar melakukan penjemputan, namun juga merawat hingga menjamin kebutuhan penghuninya. 

Untuk konsumsi misalnya. Dolly membeberkan bahwa mereka diberi makan 3 kali sehari, yang mana untuk itu saja selama setahun menghabiskan Rp400 juta.

Tak hanya memperhatikan konsumsi, pihaknya juga menyediakan petugas kesehatan bagi penghuni rumah singgah.

"Untuk pengobatan, kami bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Meskipun mereka tidak memiliki identitas," ungkapnya.

Terkait berapa banyak penghuni rumah singgah saat ini, Dolly menyebut berjumlah 72 orang. Tujuh di antaranya, adalah lansia terlantar.

"Jumlah itu mengalami peningkatan. Di tahun 2023, jumlah penghuni rumah singgah hanya 60 orang," tuturnya.

Untuk lansia yang meninggal dunia pun, pihaknya melakukan proses pemakaman bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin. Mulai dari proses memandikan sampai menguburkannya.

"Mereka ini dikebumikan di pemakaman milik pemerintah, yang berada di Kota Banjarbaru," pungkas Dolly.

Terakhir, Dolly menegaskan jika sepanjang rumah singgah masih bisa menampung, maka lansia terlantar ataupun ODGJ pasti akan ditampung.

"Karena negara harus hadir. Tidak boleh membiarkan," tutupnya.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya