hallobanua.com, BANJARMASIN – Di tengah dinamika awal tahun 2026, masyarakat Banjarmasin diimbau untuk tidak menanggapi secara berlebihan isu mengenai "Super Flu" yang ramai diperbincangkan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin memberikan klarifikasi resmi bahwa fenomena tersebut merupakan varian flu musiman yang masih dalam kendali sistem kesehatan.
Berdasarkan data terbaru, hingga saat ini tercatat ada 18 kasus yang ditemukan di Kota Banjarmasin.
Namun, masyarakat diminta tetap tenang karena seluruh pasien tersebut menunjukkan gejala ringan dan tidak memerlukan penanganan medis yang berat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menjelaskan bahwa istilah "Super Flu" sebenarnya merujuk pada Influenza A (H3N2 subclade K).
Deteksi virus ini merupakan hasil dari surveilans rutin terhadap penyakit pernapasan yang terus diperketat oleh pemerintah.
Terkait sebaran kasus di Banjarmasin, Ramadhan memastikan bahwa infrastruktur kesehatan masih sangat memadai dan belum ada tekanan pada kapasitas rumah sakit.
"Tercatat ada 18 kasus dari Kota Banjarmasin, namun untuk sementara ini tidak ada yang sampai rawat inap. Semuanya masih terpantau dengan gejala ringan hingga sedang dan bisa dilakukan perawatan mandiri di rumah atau rawat jalan," ujar Ramadhan dikonfirmasin, Sabtu (03/01/2025).
Ia menegaskan bahwa sistem kesehatan di Banjarmasin tetap dalam kondisi siaga dan terkendali.
Hingga saat ini, belum ditemukan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa virus ini lebih mematikan dibandingkan influenza biasa.
Meskipun 18 kasus tersebut tidak ada yang memerlukan rawat inap, Dinkes Banjarmasin tetap memberikan atensi khusus pada kelompok yang lebih waspada. Mulai dari Anak-anak dan Lansia, Ibu hamil dan Orang dengan penyakit penyerta (komorbid).
Dinkes Banjarmasin menekankan pentingnya kembali memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Masyarakat diminta rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sedang flu atau batuk, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup.
"Vaksin influenza tetap dianjurkan untuk mengurangi risiko keparahan. Kami imbau warga tidak panik, tetap waspada, dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak termakan isu yang tidak akurat," pungkas Ramadhan.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
