hallobanua.com, BANJARMASIN - Tren angka kemiskinan di Kota Banjarmasin tercatat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah sempat menyentuh angka tertinggi sebesar 4,89 persen pada masa pandemi (2021), data terbaru hingga Desember 2024 menunjukkan penurunan ke angka 4,52 persen.
Meski demikian, tantangan masih besar dengan jumlah penduduk miskin yang diperkirakan mencapai 187.895 jiwa pada awal 2025.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin memperkuat jaring pengaman sosial dengan memetakan wilayah secara spesifik per kelurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengungkapkan bahwa konsentrasi warga prasejahtera di Kota Seribu Sungai tidak tersebar merata.
Berdasarkan data pemetaan, terdapat wilayah-wilayah tertentu yang menjadi prioritas karena memiliki konsentrasi penduduk miskin lebih tinggi.
"Kalau merata tidak ya. Jadi ada beberapa kantong-kantong kemiskinan itu di wilayah Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Utara seperti Alalak, hingga Banjarmasin Barat di daerah Mantuil, Kuin, dan Cerucuk," papar Nuryadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/01/2026).
Ia menambahkan bahwa data persentase per kelurahan dari lima kecamatan kini menjadi dasar prediksi pemerintah dalam menentukan sasaran intervensi.
"Kita prediksi wilayah-wilayah mana yang banyak mengalami kantong kemiskinan di Banjarmasin, sehingga sasaran itu akan tepat sasaran," tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok, Dinsos telah menyiapkan skema bantuan logistik yang siap disalurkan ke 52 kelurahan.
Fokus utama bantuan ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat prasejahtera dan warga yang terdampak musibah.
"Di Dinas Sosial, pertama kita ada bantuan logistik beras ke 52 kelurahan. Kami juga menyiapkan hampir 1.500 paket sembako," jelas Nuryadi.
Bantuan tersebut mencakup Bahan Pokok yang terdiri dari beras dan telur sebagai nutrisi utama.
Kemudian makanan siap saji seperti Mie instan untuk kondisi darurat. Dan bantuan khusus mulai dari logistik bagi korban bencana, seperti kebakaran.
Selain intervensi logistik bersifat jangka pendek, Pemerintah Kota Banjarmasin juga terus mendorong program pemberdayaan melalui UMKM.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
