hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dalam menangani banjir dan normalisasi Sungai Martapura.
Ia menilai, Banjarmasin tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari wilayah hulu dan koordinasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Yamin secara khusus mengharapkan atensi dari Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin sebagai koordinator kepala daerah di 13 kabupaten/kota.
Wali Kota menekankan bahwa penyelesaian masalah sungai bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga soal kesepakatan penganggaran bersama.
Ia mengusulkan adanya langkah konkret seperti pengerukan sungai hingga pembangunan ruang retensi air yang terintegrasi.
"Kita berharap karena semua ini pastinya kerjasama, baik dari daerah, kabupaten, kota, baik daripada provinsi sendiri, dan terakhir adalah pusat atau balai. Ini harus bersinergi dan bekerjasama baik dalam hal penganggaran juga ya, untuk melakukan pengerukan Sungai Martapura atau membuat ruang retensi dan embung bersama-sama," ujar Yamin, Senin (12/01/2026) di Balai Kota.
Menariknya, orang nomor satu di Kota Seribu Sungai itu membawa pendekatan filosofis dalam melihat fenomena peningkatan debit air sungai.
Baginya, air bukanlah musuh yang harus dilawan, melainkan "tamu" yang harus disambut dengan penyediaan ruang yang layak agar tidak meluap ke permukiman warga.
"Tamu datang ini kita harus siapkan tempatnya, karena kita tidak bisa melawan alam. Kita tidak bisa memusuhi air atau banyu, itu harus kita jadikan kawan dan sahabat. Kita terima mereka datang, kita siapkan tempatnya, yang penting dia tidak keluar ke yang lain," jelasnya.
Yamin berharap, melalui media dapat menjadi jembatan agar pesan kolaborasi ini sampai ke tingkat provinsi.
Ia memandang peran gubernur sangat krusial dalam menyatukan visi para Bupati dan Wali Kota di Kalimantan Selatan guna menciptakan solusi jangka panjang bagi masalah sungai dan banjir.
"Melalui media ini bisa menjadi atensi. Menjadi atensi kepada khususnya mungkin Pak Gubernur lah ya. Beliau adalah sebagai koordinator daripada 13 kabupaten/kota," pungkasnya.
Dengan adanya ruang retensi dan embung yang memadai, diharapkan siklus air di Kalimantan Selatan, khususnya yang mengalir ke Banjarmasin, dapat terkendali dengan baik tanpa merugikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
