Pasca-Banjir, Sampah di Banjarmasin Menumpuk di Titik Tinggi, DLH Fokus Penanganan di HKSN Hingga Benuanyar


hallobanua.com, BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin melaporkan adanya pergeseran titik konsentrasi pembuangan sampah oleh masyarakat dan petugas gerobak selama masa banjir. 

Sampah kini menumpuk di lokasi-lokasi yang tidak tergenang air guna memudahkan proses pengangkutan.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah saat ini terkonsentrasi di tiga titik utama, yakni kawasan HKSN, Benuanyar, dan kawasan Pasar Buah di Jalan Veteran.

Alive memberikan apresiasi kepada para petugas sampah mandiri atau "Paman Gerobak" yang tetap bekerja di tengah kepungan banjir. 

Meski terjadi penumpukan yang cukup signifikan, tindakan membuang sampah di tempat tinggi dinilai sangat membantu petugas DLH dalam melakukan mobilisasi armada.

"Kami mengapresiasi kawan-kawan gerobak karena membuang di tempat yang tidak banjir sehingga memudahkan kami mengangkut, meski risikonya terjadi penumpukan yang cukup tinggi. Kami sempat agak kesulitan untuk menangani volume yang besar, tapi alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir mulai teratasi," ujar Alive ditemui Selasa (13/01/2026).

Selain faktor lokasi pembuangan, peningkatan volume sampah juga dipicu oleh aktivitas pembersihan rumah oleh warga.

Sampah-sampah yang sebelumnya tertahan di kolong rumah mulai dikeluarkan setelah air surut.

Selain sampah rumah tangga, DLH mencatat adanya penambahan volume sampah dari limbah musim buah serta sisa makanan dari dapur-dapur umum atau dapur penanganan banjir.

"Ada kenaikan sekitar 1 persen dari sampah sisa makanan dapur umum. Kami sudah bekerja sama dengan kawan-kawan di dapur umum agar melakukan pemilahan. Sisa makanan tersebut nantinya kami salurkan ke 'Rumah Maggot' untuk dijadikan pakan ternak," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alive kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilah sampah dari sumbernya, minimal memisahkan antara sampah sisa makanan (basah) dan sampah plastik.

Penanganan di titik-titik krusial seperti HKSN terus dipantau secara intensif. DLH berharap setelah kondisi banjir benar-benar surut, pola pembuangan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang rutin dapat kembali normal guna memudahkan mobilisasi unit angkutan.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya