Sudah Rampung Sejak 2023, Wali Kota Yamin Tak Ingin RPU Modern Terus Jadi Pajangan

hallobanua.com, BANJARMASIN – Operasional Rumah Potong Unggas (RPU) Modern di kawasan RPH Basirih, Banjarmasin Selatan, kembali mengalami keterlambatan. 

Meski bangunan senilai Rp5 miliar tersebut telah rampung sejak akhir 2023, fasilitas ini belum juga difungsikan hingga awal 2026 akibat kendala anggaran dan kelengkapan sarana pendukung.

​Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah, salah satunya akibat adanya pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, menjadi tantangan tersendiri dalam melengkapi fasilitas RPU.

​"Anggaran kita saat ini memang tidak begitu banyak. Karena itu, saya berharap ada kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengoperasionalkannya. Kita jangan sampai punya aset tapi tidak termanfaatkan," ujar Yamin ditemui Sabtu (17/01/2026).

​Menurut Yamin, pengoperasian RPU Modern sangat penting untuk memusatkan aktivitas pemotongan unggas di Banjarmasin. 
Tujuannya adalah untuk menekan tingkat pencemaran lingkungan akibat limbah pemotongan yang tersebar di berbagai lokasi.

​"Harapan saya tidak ada lagi pemotongan ayam di luar RPH. Jika dikelola satu pintu di sana, pengelolaan limbahnya akan lebih safety untuk lingkungan kita. Pihak ketiga yang bekerjasama nantinya diharapkan bisa berinvestasi untuk melengkapi sarana yang masih kurang," ujarnya.
Yamin juga menyebutkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kembali minat investor yang sempat masuk, termasuk salah satunya dari sektor swasta.

 "Kemarin ada dari pihak Rocket Chicken yang tertarik. Kita akan coba follow up lagi, atau mencari pengusaha lain yang mau bekerjasama mengelola aset ini dengan sistem retribusi atau pemanfaatan aset daerah," kata Yamin.
Di sisi teknis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menjelaskan bahwa operasional masih terganjal pembangunan sarana pemisahan limbah, seperti rumah bulu dan rumah darah.

​"Pengelolaan limbah tidak bisa sembarangan. Kami berencana menggandeng Perumda PALD karena jika dikelola mandiri biayanya sangat besar. Selain itu, kami masih butuh genset untuk menjaga stabilitas listrik saat proses pemotongan berlangsung," kata Yuliansyah belum lama tadi.

​Meskipun target operasional terus bergeser, DKP3 memastikan mesin-mesin di dalam RPU tetap terawat melalui uji coba rutin dua kali sebulan. 

Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan tahun 2026 ini menjadi titik terang bagi beroperasinya fasilitas yang diklaim mampu memotong ribuan ekor unggas per jam tersebut melalui skema kolaborasi yang paling efisien.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya