hallobanua.com, BANJARMASIN – Masalah sarana, prasarana, serta akses pendidikan yang layak menjadi salah satu poin krusial yang diangkat Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Kota Banjarmasin dalam aksi unjuk rasa di Balai Kota pada Rabu (18/02/2026) kemarin.
Menanggapi kritik tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin membeberkan strategi baru dalam penanganan kerusakan bangunan sekolah di Bumi Antasari.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengakui masih adanya bangunan sekolah yang mengalami rusak berat, meski sebagian besar dalam kondisi rusak ringan atau baik.
Dirinya menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, atas arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pihaknya mengubah pola rehabilitasi sekolah.
Jika sebelumnya perbaikan dilakukan secara parsial atau hanya per kelas, kini perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh.
"Selama ini rehab yang dilakukan bersifat parsial, satu kelas kemudian sedikit tetapi tidak secara menyeluruh. Sedangkan satu sekolah itu biasanya kerusakannya sifatnya menyeluruh. Jadi di tahun 2026, ada 32 sekolah yang akan kita lakukan perbaikan," ujarnya Kamis (19/02/2026).
Dari 32 sekolah yang masuk daftar perbaikan tahun 2026, lima di antaranya akan mendapatkan rehabilitasi total. Prioritas diberikan kepada bangunan tua yang didirikan sejak tahun 1970-an serta bangunan sisa era SD Inpres.
Beberapa sekolah yang menjadi prioritas utama antara lain SMP Negeri 26 Banjarmasin, yang akan direhab total karena kondisi bangunan rusak berat, lantai bergoyang, dan bangunan WC yang miring.
Kemudian SMP Negeri 35 Banjarmasin yang memfokuskan pada peningkatan daya tampung seiring padatnya pemukiman di Banjarmasin Utara.
Adapun tingkat SDN yakni SDN Pengambangan 8, yang akan dilakukan rehab total sekaligus penggabungan (regrouping).
Terkait akses pendidikan, Disdik Banjarmasin mengambil langkah strategis dengan menggabungkan SD Pengambangan 10 ke SD Pengambangan 8.
Langkah ini diambil karena kondisi SD Pengambangan 10 yang berada di atas titian sungai sudah sangat memprihatinkan dan tidak efisien secara operasional.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, Disdik telah melakukan intervensi perbaikan pada 103 sekolah dengan berbagai klasifikasi, serta mengusulkan 10 sekolah lainnya untuk mendapatkan bantuan melalui dana APBN.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
