hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, memberikan penjelasan terkait pengadaan kendaraan listrik bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar pengadaan unit kendaraan, melainkan strategi jangka panjang untuk efisiensi anggaran daerah.
Yamin menegaskan bahwa transisi ke kendaraan listrik merupakan implementasi dari kebijakan nasional yang harus dijalankan oleh setiap pemerintah daerah untuk mendukung energi ramah lingkungan.
"Saya sangat memahami terkait pengadaan kendaraan listrik ini. Ini adalah bagian dari langkah jangka panjang dalam mendukung efisiensi operasional. Nanti tidak ada lagi biaya oli, tidak ada lagi bensin. Ini yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat agar dipahami dengan betul," ujar Yamin, Senin (09/02/2026).
Di tengah adanya pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Wali Kota menekankan pentingnya menentukan skala prioritas.
Menurutnya, daripada terus memelihara kendaraan tua yang memakan biaya perawatan (maintenance) tinggi, beralih ke kendaraan listrik justru akan menghemat anggaran SKPD dalam jangka panjang.
"Kalau kita beli mobil listrik, efisiensinya ada di BBM dan biaya perawatan yang tidak perlu lagi dianggarkan oleh SKPD. Dibandingkan dengan sistem sewa, memiliki unit sendiri jauh lebih menguntungkan. Setelah 5 tahun pemakaian, unit tersebut bisa dijual kembali dan hasilnya masuk sebagai PAD (Pendapatan Asli Daerah)," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengadaan ini tetap akan dilakukan secara selektif, terbatas, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Menanggapi kritik mengenai efisiensi anggaran terkait kegiatan promosi di luar daerah (seperti di Bali), Wali Kota Yamin menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan investasi untuk dampak ekonomi yang lebih besar bagi warga Banjarmasin.
Ia mencontohkan peluncuran rangkaian hari jadi ke-500 (5 Abad) Kota Banjarmasin sebagai upaya menarik wisatawan secara nyata, melengkapi promosi digital yang sudah berjalan.
"Sebenarnya bukan tidak ada efisiensi, tapi kita memilih mana yang lebih prioritas dan bisa memunculkan penghematan atau dampak jangka panjang. Contoh kegiatan yang menghabiskan sekitar 200 juta itu, kita mengambil dampak luasnya. Kita ingin menginformasikan bahwa tahun ini Banjarmasin berusia 5 abad," ungkap Yamin.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
