hallobanua.com, BANJARMASIN – RSUD Sultan Suriansyah terus melakukan akselerasi pelayanan publik di awal tahun 2026.
Meski layanan dialisis (cuci darah) yang diresmikan sejak 12 Desember 2025 lalu masih tergolong sepi, manajemen rumah sakit memastikan integrasi dengan BPJS Kesehatan akan segera rampung dalam waktu dekat.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr. Muhammad Syaukani, menjelaskan bahwa selama ini layanan cuci darah baru bisa melayani pasien kategori umum.
Kendati demikian, proses administrasi agar pasien BPJS dapat terakomodasi kini telah memasuki babak akhir.
"Kita sudah tandatangan kerja sama dengan BPJS, dan Insya Allah mulai 1 Februari bisa melayani peserta BPJS," ujar dr. Syaukani, Senin (02/02/2026).
Pihak rumah sakit telah memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) terpenuhi, mulai dari verifikasi ruangan hingga izin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Untuk saat ini, RSUD Sultan Suriansyah telah menyiapkan satu lantai penuh dengan kapasitas total 20 unit tempat tidur (bed).
"Karena satu kali cuci darah sekitar 4-5 jam dengan total 20 bed dalam dua shif beroperasi," tuturnya.
Walau pada tahap awal BPJS baru memberikan izin operasional untuk empat bed, kapasitas ini dipastikan akan berkembang mengikuti dinamika permintaan pasien.
Selain layanan cuci darah, RSUD Sultan Suriansyah juga melakukan lompatan teknologi pada sistem pendaftaran.
Sejak awal Januari 2026, sebanyak lima unit Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) telah dioperasikan untuk memangkas antrean panjang di poliklinik.
Sistem ini didukung oleh teknologi biometrik wajah dan sidik jari guna menjamin keakuratan data. Pasien BPJS kini dapat lebih mudah mengakses layanan melalui integrasi aplikasi Mobile JKN.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
