hallobanua.com, BANJARMASIN - Di tengah wacana pariwisata 2026 yang mulai bergeser dari destinasi mainstream, Yogyakarta kembali menjadi sorotan.
Jika sebelumnya Bali kerap menjadi tujuan utama wisatawan, kini semakin banyak pelancong—khususnya generasi urban dan pencari pengalaman—melirik kota yang menawarkan kedalaman cerita dan pengalaman yang lebih personal.
Yogyakarta selama ini dikenal melalui ikon seperti Candi Prambanan dan Malioboro.
Namun di luar itu, kota ini memiliki sudut-sudut yang hidup dengan ritmenya sendiri. Salah satunya adalah Jalan Prawirotaman, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai ruang pertemuan traveler internasional,
seniman, dan komunitas kreatif.
Deretan kafe independen, galeri seni, dan penginapan berkarakter menjadikan Prawirotaman bukan sekadar destinasi, melainkan suasana.
Di kawasan inilah berdiri Por Aqui Stay & Dine Yogyakarta, sebuah boutique hotel dengan tampilan berwarna hangat dan desain ekspresif. Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel ini menghadirkan pendekatan berbasis pengalaman.
Dalam perbincangan dengan Angga Soeyono, Marketing Communication Manager Por Aqui Stay & Dine,
hotel ini lahir dari gagasan sederhana tentang peran sebuah akomodasi.
“Bagaimana jika hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang untuk merasakan budaya dan cerita,” ujar Angga.
Nama Por Aqui Stay & Dine, yang berarti di sini tempat menginap dan bersantap, mencerminkan konsep yang dirancang sebagai satu kesatuan pengalaman.
Hotel ini tidak dibangun untuk mengejar
kemewahan, melainkan untuk menghadirkan ruang dengan karakter dan rasa.
Inspirasi Por Aqui datang dari perpaduan dua budaya: Yogyakarta dan Meksiko.
Jogja dikenal dengan ketenangan, keramahan, dan ritme yang bersahaja, sementara Meksiko identik dengan warna berani, ekspresi visual, dan semangat hidup yang kuat.
“Tantangannya adalah menyatukan dua karakter tersebut tanpa saling meniadakan,” jelas Angga.
Hasilnya adalah konsep Mexican Bohemian yang diterjemahkan secara kontekstual melalui warna, tekstur, dan detail artistik, namun tetap terasa membumi dan akrab dengan suasana Yogyakarta.
Sebagai experience-driven hotel, setiap sudut Por Aqui dirancang untuk menjadi bagian dari cerita.
Interior, tata ruang, hingga pengalaman tamu dirangkai agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga meninggalkan kesan emosional.
Konsep stay and dine diperkuat dengan kehadiran restoran yang menyajikan Mexican street food autentik, area kolam renang sebagai ruang bersantai dan sosial, serta ruang komunal yang mendorong interaksi alami antar tamu.
Di tengah tren wisata yang mengarah pada slow travel dan personal experience, Por Aqui Stay & Dine menjadi bagian dari wajah baru pariwisata Yogyakarta—melengkapi cerita kota ini dari sudut yang lebih intim dan berkarakter.
“Harapan saya sederhana, dan setiap tamu pulang membawa cerita, dan suatu hari kembali sebagai bagian dari cerita itu, " pungkas Angga.
Tim liputan
Ekonomi & bisnis
