hallobanua.com, YOGYAKARTA – Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya, sejarah, dan nilai religi.
Selain sebagai kota pendidikan dan seni, Yogyakarta juga memiliki berbagai titik wisata religi yang menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah, terutama saat bulan Ramadhan.
Menjawab kebutuhan wisatawan yang mencari pengalaman menginap unik dengan lokasi strategis, Por Aqui Stay & Dine Yogyakarta hadir sebagai boutique hotel berkonsep Mexican Bohemian yang mengedepankan pengalaman, kenyamanan, serta kemudahan akses ke destinasi religi.
Berlokasi di kawasan Prawirotaman, salah satu pusat gaya hidup dan pariwisata di Yogyakarta, Por Aqui Stay & Dine dikelilingi oleh kafe, galeri seni, serta ruang-ruang kreatif.
Kawasan ini dikenal sebagai area
favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati Yogyakarta dengan suasana yang
lebih santai dan autentik.
Dari sisi lokasi, Por Aqui Stay & Dine memiliki akses strategis ke sejumlah destinasi wisata religi penting.
Salah satunya adalah Makam K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang terletak di kawasan Karangkajen, Kecamatan Mergangsan.
Makam tokoh nasional ini menjadi salah satu tujuan ziarah utama di Yogyakarta, khususnya bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Islam modern di Indonesia.
Jarak dari Por Aqui Stay & Dine ke Makam K.H. Ahmad Dahlan relatif dekat, sekitar 700 meter, dan dapat ditempuh dalam 8 menit berjalan kaki atau 2–3 menit berkendara.
Di kawasan yang sama, wisatawan juga dapat mengunjungi Masjid Jogokariyan, salah satu masjid paling aktif dan ikonik di Yogyakarta.
Masjid Jogokariyan yang berlokasi di Jalan Jogokaryan, Mantrijeron, tidak hanya berfungsi sebagai tempat
ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan religi, budaya, dan sosial selama bulan suci Ramadhan.
Setiap tahunnya, masjid ini dikenal melalui Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ), festival pasar sore yang telah berlangsung lebih dari dua dekade dan menjadi bagian dari tradisi Ramadhan di Yogyakarta.
Selama Ramadhan, area sekitar masjid dipadati warga dan wisatawan yang berburu takjil dan menu
berbuka puasa.
Selain destinasi religi di pusat kota, Por Aqui Stay & Dine juga memiliki akses yang relatif mudah menuju Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri di Kabupaten Bantul.
Situs bersejarah peninggalan Kesultanan
Mataram Islam ini dapat ditempuh sekitar 25–30 menit berkendaradari hotel dan menjadi salah satu tujuan utama wisata ziarah dan sejarah di Yogyakarta.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Angga Soeyono, Marketing Communication Manager Por Aqui
Stay & Dine Yogyakarta, menyampaikan bahwa kedekatan hotel dengan destinasi religi aktif menjadi nilai tambah tersendiri.
“Kami merancang Por Aqui Stay & Dine bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi sebagai ruang yang terhubung dengan lingkungan sekitar. Kedekatan dengan Makam K.H. Ahmad Dahlan, Masjid Jogokariyan, hingga akses ke Imogiri, terutama saat Ramadhan, menjadi keunggulan bagi tamu yang ingin merasakan pengalaman Yogyakarta secara lebih utuh,” ujarnya.
Memasuki periode Ramadhan, Por Aqui Stay & Dine menjadi pilihan akomodasi yang ideal bagi wisatawan, keluarga, maupun peziarah. Akses mudah ke pusat kegiatan religi, dipadukan dengan
suasana hotel yang hangat, tenang, dan berkarakter, menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bermakna di Yogyakarta.
tim liputan
Ekonomi & bisnis
