​Stok Darah di Banjarmasin Stabil Selama Ramadan, PMI Andalkan "Mobil Unit" dan Layanan 24 Jam

​hallobanua.com, BANJARMASIN – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Banjarmasin memastikan ketersediaan stok darah selama bulan suci Ramadan 1447 H dalam kondisi stabil. 

Hal ini didorong oleh masifnya kegiatan donor darah mobile unit di berbagai instansi serta penyesuaian jam layanan petugas.

​Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr. Aulia Ramadhan Supit, mengungkapkan bahwa strategi jemput bola ke berbagai instansi sangat efektif dalam menjaga ketahanan stok.

​"Satu instansi itu bisa menyumbang hingga 100 kantong darah. Berkat kegiatan mobile unit ini, selama beberapa hari bulan puasa, stok kita sangat stabil," ujar dr. Rama kepada hallobanua.com, Jumat (27/02/2026).

​Hingga hari ini, stok darah di PMI Banjarmasin berada di kisaran 300 kantong. 

Meski angka tersebut terlihat cukup, dr. Rama mengingatkan bahwa jumlah tersebut biasanya habis dalam waktu dua hari karena tingginya permintaan rumah sakit.

​Untuk menjaga minat masyarakat mendonorkan darah di bulan puasa, PMI Banjarmasin telah menyiapkan apresiasi khusus.

"Jadi setiap pendonor selama Ramadan akan mendapatkan paket snack dan sembako," ujarnya.

Disisi lain, kegiatan donor darah aktif juga dilakukan bersama persatuan gereja hingga masjid-masjid besar seperti Masjid Muhajirin dan Masjid Al-Jihad, serta agenda rutin di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Adapun untuk waktu operasional, dr. Rama menjelaskan adanya pergeseran tren waktu donor. Meskipun kantor pusat di Jalan S. Parman tetap buka 24 jam, jumlah pendonor pada pagi hingga siang hari hampir mencapai titik nol.

​"Petugas kami perbanyak di malam hari, karena biasanya setelah salat Tarawih banyak masyarakat yang datang untuk berdonor. Menjelang sore hingga malam adalah waktu puncak kami," pungkasnya.

​Meskipun stok darah umum (sel darah merah) aman, PMI Banjarmasin mengaku cukup waspada terhadap permintaan trombosit, terutama di tengah musim hujan yang memicu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

​Berbeda dengan darah biasa, trombosit memiliki masa kedaluwarsa yang sangat singkat, yakni hanya 4 hari.

"Kami tidak bisa menyetok trombosit dalam jumlah banyak karena takut terbuang sia-sia jika tidak terpakai. Jadi, kami siapkan stok secukupnya dan terus memantau permintaan yang masuk," tutup Rama.

Penulis : rian akhmad
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya