hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyambut positif aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi Rakyat dan Mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Balai Kota, Rabu (18/02/2026).
Usai berdialog selama hampir lima jam, Yamin menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi total terhadap anggaran yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, Yamin beserta seluruh jajaran Kepala SKPD menyatakan bahwa pemerintah telah memahami 12 poin tuntutan yang diajukan mahasiswa.
Dirinya mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik.
Menurutnya, pemerintah daerah memerlukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk mahasiswa, sebagai kontrol sosial.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pastinya harus berkolaborasi dan terus bersama-sama dengan stakeholder ataupun mahasiswa. Ini adalah motivator bagi kami, mahasiswa sudah mau menyampaikan inspirasinya yang cukup luar biasa," ujar Yamin.
Salah satu poin krusial yang dihasilkan dari dialog tersebut adalah keputusan Wali Kota untuk menunda sejumlah pengadaan fasilitas yang dianggap belum mendesak.
Yamin secara terbuka menyatakan bahwa rencana pengadaan kamera baru resmi ditunda.
"Terkait kamera, itu kita pending. Memang tujuannya untuk dokumentasi yang lebih bagus, namun saya rasa fasilitas yang ada sudah cukup. Kita akan evaluasi lagi ke depan untuk anggaran yang bersifat tidak urgent atau tidak berdampak kepada rakyat," tegasnya.
Terkait pengadaan mobil listrik yang viral, Yamin menyebut pihaknya sudah memberikan audiensi teknis agar mahasiswa memahami latar belakang kebijakan tersebut dari sisi efisiensi operasional.
Selain itu, ia juga meluruskan simpang siur mengenai pengadaan "Ruang Smoking" di lingkup perkantoran.
Menurutnya, terjadi kesalahan penamaan atau penulisan, karena fungsi utama ruangan tersebut adalah sebagai ruang pelayanan publik.
"Itu sebenarnya ruang office untuk penerimaan tamu, ruang tunggu, tempat ajudan, hingga bagian administrasi yang menerima aduan langsung untuk kepala daerah. Bukan hanya ruang smoking, namun kami siapkan ruangan kecil di sana agar tamu yang merokok tidak mengganggu kenyamanan umum saat menunggu pelayanan," jelas Yamin.
Terakhir, dirinya memastikan bahwa isu utama seperti penanganan sampah dan penanggulangan banjir tetap menjadi prioritas yang selaras dengan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah ke depan.
"Tadi kami sudah berbincang mengenai langkah penanganan sampah dan banjir. Penanganan banjir tidak lepas dari masalah sampah. Semua aspirasi ini sudah kami tampung dan akan menjadi dasar kebijakan kami selanjutnya," pungkasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
