Bandarmasih Tempo Doeloe Kini Tak Seramai Dulu Lagi

​hallobanua.com, BANJARMASIN – Pernah digadang-gadang sebagai ikon baru pariwisata sungai dan pusat kreativitas anak muda, kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe kini justru tampak kehilangan gairah. 

Deretan kedai kopi yang dulu ramai pengunjung, kini mulai terlihat sepi. 

Bahkan, beberapa bangunan tua di kawasan tersebut kini dihiasi spanduk bertuliskan "Dijual" atau "Disewakan", sebuah sinyal kuat bahwa napas bisnis di sana mulai tersengal-sengal.

​Padahal, kawasan ini sempat sukses bertransformasi dari gudang tua yang kusam menjadi ruang publik paling hits di Banjarmasin.

Sepinya kawasan itu seiring dengan munculnya kompetitor baru seperti kawasan Jalan Hasanuddin HM yang mulai merebut perhatian publik.

​Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengakui bahwa tren penurunan ini merupakan dampak nyata dari dinamisnya dunia usaha kuliner.

​"Persaingan usaha sekarang sangat ketat, apalagi banyak kafe baru yang muncul di berbagai titik kota. Itu tentu sangat mempengaruhi aktivitas usaha di kawasan kota lama,” ujar Sabil, belum lama tadi.
​Sabil menekankan bahwa stagnasi adalah musuh utama bagi para pelaku usaha di kawasan bersejarah tersebut. 

Baginya, kenyamanan masa lalu tidak bisa menjamin keberlangsungan masa depan tanpa adanya pembaruan konsep.
"Mereka yang berusaha di kawasan kota lama harus bisa beradaptasi dan membuat inovasi. Jangan sampai stagnan. Kalau konsepnya tidak berkembang, tentu pengunjung akan mencari tempat lain," tegasnya.

​Pemerintah Kota Banjarmasin enggan membiarkan investasi sebesar Rp7,8 miliar yang pernah digelontorkan untuk penataan trotoar dan drainase di era Wali Kota Ibnu Sina itu terbuang percuma. 

Untuk memicu kembali denyut nadi ekonomi yang mulai melemah, kolaborasi lintas sektor pun mulai dijalankan. Salah satu harapan baru terletak pada pembangunan shelter air oleh Dinas Perhubungan.

Infrastruktur ini diharapkan mampu mengintegrasikan akses transportasi sungai sebagai daya tarik unik bagi wisatawan.

​"Kami bersama instansi lain akan berkolaborasi untuk kembali menggeliatkan ekonomi di kawasan kota lama. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, harus lintas sektor. Shelter air ini bagian dari upaya menarik kembali kunjungan, terutama melalui jalur sungai," pungkas Sabil.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya