​Jelang Mudik Lebaran, Arus Penumpang di Pelabuhan Trisakti Diprediksi Naik 15 Persen​

hallobanua.com, BANJARMASIN – Jelang mudik, lebaran, sejumlah pihak kini mulai disibukkan  dengan berbagai persiapan, salah satunya persiapan angkutan Lebaran di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa fasilitas terminal penumpang kini jauh lebih siap dan tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​"Alhamdulillah, kesiapan angkutan Lebaran tahun ini dari sisi terminal penumpang sudah jauh lebih siap dan lebih bagus," ujar Heri saat Apel Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Trisakti, Jumat (13/03/2026).

​Salah satu faktor yang meningkatkan kesiapan tahun ini adalah sistem pembelian tiket yang sepenuhnya dilakukan secara daring (online).

 Dengan sistem ini, pihak otoritas pelabuhan dapat memantau secara presisi jumlah penumpang yang akan berangkat maupun yang tiba di Banjarmasin.
"Kapal sudah terjadwal dan semua pembelian tiket online. Artinya, kami sudah tahu pasti jumlah penumpang yang akan masuk ke Pelabuhan Banjarmasin. Seluruh operator terminal, penyedia kapal, dan pemerintah telah menyiapkan segalanya," tuturnya.

​Pihak KSOP memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah pemudik sebesar 15 persen dibandingkan tahun lalu. 
Berdasarkan data pemesanan tiket, kepadatan penumpang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan bulan ini.

"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 14 hingga 18 April," bebernya.
​Untuk melayani lonjakan tersebut, sebanyak 6 unit kapal telah dikerahkan yang dioperasikan oleh dua operator besar, yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Berlian Manyar Sejahtera (Timur Mila Utama).

​Mengingat tingginya antusiasme warga, Kementerian Perhubungan memberikan dispensasi penambahan kapasitas penumpang untuk sejumlah armada. 

Sebagai contoh, tiga kapal milik Dharma Lautan Utama yang kapasitas normalnya sekitar 760 orang, diberikan izin untuk mengangkut hingga 1.000 hingga 1.010 penumpang.

​Heri menekankan bahwa dispensasi ini tidak diberikan sembarangan. Setiap kapal harus melalui prosedur ketat sebelum dinyatakan layak angkut.

​"Sebelum dispensasi diberikan, dilakukan ramp check menyeluruh oleh KSOP. Mulai dari sisi alat keselamatan hingga kelaikan kapal. Tim dari Kementerian Perhubungan bahkan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi kapal secara detail guna memastikan standar keselamatan pelayaran terpenuhi," pungkas Heri.

Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya