hallobanua.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama Kementerian Haji dan Umrah Kofa Banjarmasin, secara resmi melepas ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Banjarmasin di Masjid Jami Sungai Jingah, Kamis (16/04/2026).
Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelepasan para tamu Allah yang dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 23 April ini.
Plt Sekda Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, yang hadir mewakili Wali Kota Banjarmasin, menyampaikan pesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan fisik dan kekompakan selama menjalankan ibadah di tanah suci.
"Pesan kami agar jemaah saling menjaga, saling menguatkan, dan saling membantu. Kami juga menitipkan doa agar Banua kita tercinta tetap damai, sejahtera, dan bisa lebih baik lagi ke depannya. Semoga menjadi haji yang mabrur," ujar Dolly.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Banjarmasin, Ahmad Syarani, menjelaskan bahwa awalnya tercatat sebanyak 720 jemaah yang terdaftar. Namun, terdapat perubahan data pada laporan terakhir.
"Total jemaah kita yang berangkat tahun ini sebanyak 717 orang. Sebelumnya terdata 720, namun ada dua jemaah yang meninggal dunia dan satu orang yang menunda keberangkatan karena sakit," jelas Syarani.
Jemaah asal Banjarmasin ini nantinya akan terbagi ke dalam enam kelompok terbang (kloter).
Beberapa di antaranya merupakan kloter gabungan dengan daerah lain seperti Palangka Raya dan Hulu Sungai.
Untuk kloter pertama yang berisi penuh jemaah asal Banjarmasin, dijadwalkan mulai bergerak menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada 23 April 2026 mendatang sekitar pukul 04.00 WITA.
Terkait situasi geopolitik di kawasan Teluk, Syarani memastikan bahwa hal tersebut tidak mengganggu jadwal penerbangan.
"Keberangkatan kita tidak terdampak konflik di sana karena rute penerbangan menggunakan transit, biasanya di Kuala Namu atau Padang, sebelum langsung menuju Madinah," tuturnya.
Tahun ini, penyelenggaraan haji mengusung tagline "Ramah Disabilitas, Lansia, dan Perempuan".
Kemenag telah menyiapkan skema khusus, termasuk jalur prioritas dan pintu khusus bagi lansia serta jemaah disabilitas.
Salah satu inovasi layanan yang disiapkan adalah sistem Murur saat puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Jemaah lansia akan difasilitasi bus khusus yang melintas di kawasan tersebut menuju tenda di Mina untuk meminimalisir kelelahan fisik.
Bagi jemaah yang tidak memungkinkan secara fisik, proses melontar jumrah juga akan dibadalkan.
Dalam keberangkatan tahun ini, tercatat jemaah tertua berusia 85 tahun (seorang perempuan dari Banjarmasin Tengah). Sementara itu, predikat jemaah termuda disandang oleh Naila Azizah (17), warga Banjarmasin Selatan.
Naila mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya karena bisa berangkat lebih awal dari perkiraan semula.
Ia mendaftar haji sejak usia 12 tahun dan akan berangkat mendampingi kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah, tidak menyangka bisa berangkat secepat ini. Kalau hitungan awal harusnya tahun 2047, ternyata maju sekitar 20 tahun. Persiapannya selain fisik adalah memantapkan niat, ikut manasik, dan terus mendekatkan diri kepada Allah," tutur siswi sekolah menengah tersebut.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
