hallobanua.com, BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin resmi meningkatkan nilai bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun anggaran 2026.
Jika tahun sebelumnya dipatok sebesar Rp30 juta, kini setiap unit mendapatkan alokasi Rp35 juta.
Peningkatan anggaran ini bukan tanpa alasan, tambahan Rp5 juta tersebut dikhususkan untuk perbaikan sanitasi warga, guna mendukung terciptanya lingkungan pemukiman yang lebih sehat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah merampungkan administrasi sebelum pengerjaan fisik dimulai.
"Ini sudah masa-masa pembuatan SK Wali Kota, nanti setelah SK Wali Kota dibuat kami sudah melaksanakan sosialisasi terhadap peserta atau penerima. Insyaallah bulan April sudah jalan," ujarnya di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (23/04/2026).
Untuk tahap awal di anggaran murni 2026, Pemko Banjarmasin menargetkan renovasi sebanyak 125 unit rumah yang tersebar di berbagai kelurahan.
Namun, jumlah ini diprediksi akan bertambah pada APBD Perubahan mendatang, melihat tingginya aspirasi masyarakat yang masuk.
Nuryadi menjelaskan bahwa verifikasi ketat terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran, terutama memastikan penerima terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah.
Perbedaan signifikan pada program tahun ini adalah kewajiban penyediaan fasilitas sanitasi yang layak. Dinsos mengarahkan agar setiap rumah yang dibedah tidak lagi menggunakan septic tank konvensional.
"Satu unit sekarang ada peningkatan dari 30 juta menjadi 35 juta. Nah, 5 juta ini diperuntukkan untuk sanitasi mereka. Jadi tidak hanya dinding, lantai, dan atap saja. Harapan kami sanitasinya menggunakan biofil, supaya lebih ramah lingkungan," jelasnya lagi.
Dirinya pun berharap melalui peningkatan anggaran dan perbaikan sistem sanitasi ini, kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Seribu Sungai dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
