Banjarmasin Wajibkan Pilah Sampah dari Rumah, Targetkan 52 RW Jadi Pilot Project


hallobanua.com, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin resmi mengalihkan strategi penanganan sampah dari sistem "kumpul-buang" menjadi pemilahan langsung dari sumbernya. 
Kebijakan ini diambil menyusul kondisi darurat lahan di TPA Banjarbakula yang kian menyempit.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan keharusan demi keberlangsungan kota.

 Ada empat poin utama yang menjadi mandat bagi seluruh warga. Yakni melaksanakan program Indonesia ASRI, pemilahan sampah dari sumber, pembentukan Bank Sampah di tingkat Kecamatan, Kelurahan, Kantor, hingga Sekolah dan larangan kegiatan Open Dumping.

"Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan demi mewujudkan kota yang bersih, sehat dan layak huni," tegas Yamin di Balaikota (23/04/2026).

Yamin meminta seluruh lapisan masyarakat untuk kompak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. 
"Saya minta kita kompak mendorong seluruh jajaran, termasuk diri kita sendiri untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, lalu mengedepankan pemilahan dari sumber," katanya.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa langkah ekstrem ini harus diambil karena kapasitas TPA Banjarbakula saat ini tersisa 1,5 landfill.

"Apabila sampah yang dibuang ke TPS tidak dikurangi, maka semua landfill yang ada di Banjarbakula akan penuh, sehingga nanti kita tidak tahu harus membuang sampah kemana. Makanya, yang namanya pilah sampah itu adalah suatu keniscayaan," ujar Tezar.

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemko tengah menyiapkan 7 Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai payung hukum, termasuk pengelolaan skala RW. 
Sebanyak 52 RW akan ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) yang dilengkapi dengan fasilitas tong drop point di tiap RT (4-5 unit).

Kemudian sampah sisa dapur akan diolah menjadi pakan maggot, kompos, hingga ekoenzim di fasilitas umum kelurahan atau disalurkan ke off-taker (peternak).
Adapun sampah anorganik, akan disalurkan melalui 121 Bank Sampah yang ada untuk sampah bernilai tinggi (high value) maupun sampah plastik kemasan (low value).

Tezar menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengusaha perhotelan dan SPPG sebagai produsen sampah organik besar untuk berkomitmen menyelesaikan pengolahan sampah di tempat masing-masing.

"Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan lingkungan sekitar dengan disiplin dan kebersamaan, insyaallah kita mampu menjadikan lingkungan Banjarmasin yang bersih," tutupnya.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya