hallobanua.com, BANJARBARU – Melalui program Bina Desa Berdampak, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan terobosan dalam pemberdayaan masyarakat melalui instalasi dan pelatihan sistem hidroponik di Komplek Pondok Pisang, Kelurahan Pondok Pisang, Kecamatan Landasan Ulin Barat.
Program ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa lintas fakultas (FEB, FISIP, dan FK) melalui pendampingan intensif dari hulu ke hilir mulai dari penyemaian benih, manajemen nutrisi air, hingga teknik pemanenan.
Ketua Kelompok Bina Desa, Abd Halim Opu Depaware, menyebutkan pemilihan hidroponik didasarkan pada antusiasme warga terhadap pertanian modern yang efisien.
"Kami melihat warga di sini punya minat besar, tapi butuh pendampingan teknis. Target kami bukan cuma memasang alat, tapi memastikan warga bisa menjadikan hidroponik ini sebagai aktivitas produktif yang bernilai ekonomi tinggi secara mandiri," ujar Halim.
Di bimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Alfian Misran, mengatakan dimulai dengan survei kebutuhan prioritas, mahasiswa menyusun kurikulum pelatihan yang diselaraskan dengan rutinitas warga agar program mudah diadopsi.
Sistem hidroponik yang dipasang kini menjadi percontohan bagi warga lainnya. Dengan metode yang ramah lingkungan dan hemat air, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan sayur dari luar, melainkan mampu memproduksi sendiri di pekarangan rumah.
"Awalnya kami kira bertani itu harus punya lahan luas dan kotor, ternyata dengan sistem air ini jauh lebih bersih dan bisa dilakukan di samping rumah. Kami sangat terbantu dengan edukasi cara meracik nutrisinya," ungkap salah satu warga setempat.
Penulis : rian akhmad
Kalsel
