hallobanua.com, BANJARMASIN -
Moment Peringatan Hari Kartini, melalui kolaborasi strategis antara TP PKK, GOW, dan DWP, kaum perempuan di Kota Banjarmasin, ingin menegaskan bahwa warisan R.A. Kartini kini mewujud dalam kemandirian ekonomi dan kepedulian lingkungan.
Seperti diungkapkan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, bahwa esensi Hari Kartini terletak pada kekuatan sinergi dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.
"Alhamdulillah kita bisa bersinergi. Perempuan di Banjarmasin terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya di Ballroom Rattan Inn, saat peringatan Hari Kartini pada Rabu (22/04/2026).
Peringatan ini menjadi ruang bagi perempuan lintas profesi untuk berbagi inspirasi.
Dari ketangguhan Sunarti di dunia usaha hingga kelestarian budaya yang dibawa oleh seniman Japin, semua berkumpul untuk membuktikan bahwa batasan peran gender telah runtuh.
Bagi Neli, filosofi klasik Kartini harus menjadi kompas bagi perempuan masa kini untuk terus berevolusi menghadapi tantangan zaman.
"Moto Ibu Kartini ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ menjadi pengingat bahwa perempuan harus terus berkembang menuju hal-hal yang lebih baik," katanya.
Makna "Terang" tersebut kini diimplementasikan melalui gerakan peduli lingkungan. Perempuan Banjarmasin mengambil peran krusial sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, mengubah limbah menjadi sesuatu yang fungsional.
Terakhir, Neli yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, menanamkan nilai-nilai kemandirian ini kepada generasi terkecil. Dengan melibatkan anak-anak TK Pembina IV, ia ingin memastikan bahwa api semangat Kartini tidak padam.
"Ini simbol bahwa edukasi harus dimulai sejak dini. Harapannya mereka bisa tumbuh menjadi generasi emas di masa depan," tutupnya.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
