Majlis Kebudayaan Etnik Banjar 2026 Tampilkan Warisan Adat dan Sejarah Urang Banjar di Perak

hallobanua.com, Bagan Datuk, Perak, Malaysia - Peresmian Majlis Kebudayaan Etnik Banjar 2026 berlangsung meriah di Aula Masjid Tuminah Hamidi, Bagan Datuk Perak, Minggu (26/4/2026). 

Serangkaian kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan gelaran Majlis Kebudayaan Etnik Banjar tersebut, seperti  spesial menampilkan kekayaan tradisi dan seni budaya Banjar, mulai dari Adat Maayun Bapukung, pertunjukan Madihin, hingga Bapantun yang didatangkan langsung dari  Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ADUN Negeri Perak, Dato Syahrul Zaman bin Yahya, yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas sekaligus penguat hubungan antar komunitas serumpun di Malaysia dan Indonesia.

                     Cikgu Besar Zakaria
         Sekretaris Badan Sejarah Malaysia

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Orang Besar Jajahan (OBJ) Dato Dr Khalid bin Ismail, Petugas Distrik dan Tanah (PDT) Bagan Datuk En. Nazrul Fazami Mohammad, serta Presiden Pertubuhan Banjar Malaysia (PBM) Dato’ Haji Azli Kamil Napiah yang juga menjabat sebagai Kepala Agensi Angkasa Malaysia (MYSA).

Tak ketinggalan dari Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina juga Ketua DMDI Provinsi Kalimantan, dan beberapa orang tokoh majelis etnis Banjar, diantaranya  Prof. Gusti Muhammad Hatta. 
Dalam sesi pembentangan, Cikgu Besar Zakaria mengupas sejarah dan asal-usul masyarakat Banjar di Bagan Datuk dan sekitarnya. 

Ia menyampaikan bahwa tokoh awal yang membuka kawasan tersebut adalah Tuan Saman bin Ibrahim, yang dikenal dengan gelar Dato Penghulu, berasal dari Kelua, Kalimantan Selatan.

                           Presiden PBM

“Tuan Saman merupakan sosok petani yang memiliki keahlian dalam membuka hutan, mengukur tanah, serta membaca peta. Keahlian inilah yang menjadi dasar berkembangnya komunitas Banjar di wilayah Perak,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Banjar dikenal memiliki kemampuan unggul dalam menggarap lahan pertanian, serta memiliki semangat juang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bertahap.

Majlis Kebudayaan Etnik Banjar 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya Banjar di perantauan, khususnya di Malaysia.

Tim liputan
Perak - Malaysia
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya