hallobanua.com, BANJARMASIN – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Keuskupan Banjarmasin pada Kamis (02/04/2026).
Di salah satu sudut ruangan, dua petugas tampak teliti membentangkan kain ungu untuk menyelimuti patung di dalam relung gereja.
Lipatan kain dirapikan sedemikian rupa hingga seluruh bagian patung tertutup sempurna. Sebuah simbol visual yang menandai masa pertobatan mendalam.
Tak jauh dari altar, pemandangan berbeda terlihat dari sekelompok umat yang tengah sibuk.
Jemari mereka lincah merangkai bunga-bunga segar didominasi warna putih dan hijau. Meski sesekali berbincang untuk bertukar bahan, fokus mereka tetap pada satu tujuan mempercantik altar demi menyambut dimulainya Tri Hari Suci.
Rangkaian ibadah akan dibuka dengan Kamis Suci, yang merupakan peringatan momen sakral Kristus bersama para pengikut-Nya.
Pastor Ignasius Tari, selaku Kepala Gereja, memberikan penjelasannya terkait prosesi ini.
"Malam ini akan dirayakan perjamuan malam terakhir, mengenang Yesus bersama para murid," ujarnya saat dibincangi.
Untuk mengakomodasi jemaat, misa Kamis Suci dijadwalkan sebanyak dua kali, yakni pukul 17.00 WITA dan 20.00 WITA. Setelah misa kedua berakhir, umat akan melanjutkan agenda dengan ibadah tuguran (doa dalam hening).
Memasuki Jumat Agung, suasana gereja akan berubah menjadi lebih reflektif. Agenda dimulai dengan prosesi Jalan Salib pada pagi hari, disusul ibadat pada sore dan malam hari.
Tahun ini, pihak gereja memutuskan untuk tidak mengadakan visualisasi drama guna menjaga kekhusyukan.
"Jumat Agung itu hari yang seharusnya lebih banyak hening dan doa," kata Pastor Ignasius.
Ia menekankan bahwa pada hari tersebut, gereja akan meniadakan nyanyian maupun iringan musik. Pelayanan sakramen pun ditiadakan, kecuali bagi umat yang sedang sakit dan membutuhkan penguatan spiritual.
Seluruh rangkaian ini akan terus berlanjut hingga Sabtu Suci melalui prosesi Vigili Paskah, dan berakhir pada sukacita Hari Raya Paskah.
Menurut Pastor Ignasius, setiap tahapan mulai dari Kamis Suci hingga Minggu Paskah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kalender liturgi gereja.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
