hallobanua.com, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serentak bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) sejak Senin (20/04/2026).
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran ujian berbasis digital tersebut.
Beberapa sekolah yang ditinjau di antaranya SDN Sungai Lulut 4, SDN Sungai Lulut 2, serta SDN Pemurus Baru 2. Ryan menyebut secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.
"Alhamdulillah di sekolah-sekolah yang kita pantau hari ini pelaksanaan lancar, jaringan tidak ada gangguan, dan perangkat cukup. Hanya tadi di SDN Sungai Lulut ada satu siswa yang terlambat karena kondisi kesehatan kurang baik. Ini sudah dilaporkan dan yang bersangkutan akan mengikuti ujian susulan pada bulan Mei mendatang," ujar Ryan di sela kegiatannya di SDN Pemurus Baru 2.
Ia juga menjelaskan bahwa TKA ini merupakan agenda penting dari Kementerian Pendidikan untuk menilai kemampuan dasar siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
Hasil dari tes ini nantinya akan menjadi rapor pendidikan bagi setiap sekolah di Banjarmasin.
"Tujuan utamanya adalah melihat posisi kemampuan anak-anak kita. Kita ingin melihat sekolah mana yang nilai literasi atau numerasinya masih berada di zona merah atau kuning. Dari hasil TKA tahun pertama ini, kita akan melakukan intervensi," jelasnya.
Berdasarkan hasil try out sebelumnya, Ryan mengakui bahwa rata-rata kemampuan numerasi siswa masih tergolong rendah.
Ke depan, ia merencanakan agar persiapan atau try out sudah dilakukan sejak kelas 5 SD agar intervensi, baik berupa peningkatan kapasitas guru maupun metode pembelajaran, bisa dilakukan lebih awal.
Selain aspek akademik, tantangan lain yang dihadapi adalah adaptasi siswa terhadap perangkat digital.
Di lokasi yang sama, Kepala SDN Pemurus Baru 2, Hanifah, menyampaikan bahwa sebanyak 84 siswa kelas 6 di sekolahnya mengikuti TKA yang dibagi dalam tiga sesi per hari.
Meski pelaksanaan teknis berjalan lancar, ia memanfaatkan momentum kunjungan Kadisdik untuk menyampaikan aspirasi terkait keterbatasan infrastruktur.
"Pelaksanaan alhamdulillah lancar, fasilitas komputer terpenuhi. Namun, kami sangat berharap adanya penambahan ruang kelas baru. Saat ini ruangan ideal kami hanya 16, sementara kami masih kekurangan 4 ruangan lagi," ungkap Hanifah.
Keterbatasan ini membuat pihak sekolah harus menyekat ruangan, bahkan ruang perpustakaan pun terpaksa dialihfungsikan untuk kegiatan IT dan ruang guru.
Mengingat lahan sekolah yang sudah terbatas, Hanifah berharap pemerintah bisa memberikan bantuan bangunan bertingkat.
"Sudah kita usulkan dan sudah ada rilis namanya, insya Allah tahun ini bisa ditindaklanjuti," Ujar Ryan menanggapi harapan dari SDN Pemutus Baru 2.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
