hallobanua.com, BANJARMASIN – Keluhan warga terkait kerusakan parah di Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota Banjarmasin.
Meski kondisi jalan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan nyawa, keterbatasan anggaran membuat perbaikan total belum bisa menyentuh seluruh ruas jalan.
Titik paling rawan berada di tengah jalan yang dipenuhi lubang dalam. Mengingat posisi jalan yang diapit aliran sungai, risiko kecelakaan tidak hanya sekadar terjatuh, tetapi hingga tercebur ke air.
"Sudah lama sekali rusaknya, sekitar tujuh tahunan. Saya sendiri pernah jatuh sampai ke sungai karena kehilangan kendali. Apalagi kalau malam kondisinya gelap sekali karena lampu jalan sering mati,” keluh Misbah salah seorang warga, belum lama tadi.
Warga merasa cemas karena jalur tersebut merupakan akses utama, termasuk bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum memakan lebih banyak korban.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin mengakui bahwa ruas jalan sepanjang 1,7 kilometer tersebut memang mengalami kerusakan berat hingga menembus struktur dasar. Namun, untuk perbaikan menyeluruh secara ideal, dibutuhkan dana yang sangat besar.
"Perkiraan kebutuhan anggaran untuk penanganan menyeluruh mencapai sekitar Rp8 miliar. Percepatan kerusakan ini dipengaruhi pertumbuhan pemukiman serta kondisi tanah rawa yang lunak," jelas Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina saat dikonfirmasi, Senin (20/04/2026).
Menurut Kartika, posisi jalan yang diapit sungai dan persawahan membuat konstruksi mudah mengalami penurunan, sehingga memerlukan metode khusus seperti pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur.
Karena keterbatasan dana pada APBD, Pemko Banjarmasin memutuskan untuk melakukan penanganan terbatas pada tahun 2026 ini.
Fokus utama akan diberikan pada titik paling rusak sepanjang kurang lebih 400 meter dengan alokasi dana sekitar Rp1 miliar.
Saat ini, pihak PUPR terus mengupayakan sisa ruas jalan yang belum tertangani agar bisa masuk dalam prioritas Inpres Jalan Daerah (IJD) maupun APBD Perubahan.
Sembari menunggu kepastian anggaran besar, dinas terkait hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin guna mencegah kerusakan semakin meluas.
Penulis : rian akhmad
