Pelajar se Banjarmasin Akan Dilibatkan dalam Pengelolaan Bank Sampah di Sekolah


hallobanua.com, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin tengah mematangkan langkah strategis dalam pengelolaan sampah berbasis sekolah. 

Fokus utamanya adalah mengaktifkan kembali dan membentuk Bank Sampah di seluruh jenjang pendidikan sebagai upaya melibatkan pelajar secara langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan kota.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan bahwa populasi pelajar yang besar di Banjarmasin merupakan potensi luar biasa jika diarahkan pada budaya pilah sampah sejak dini.

"Artinya pengelolaan sampah di Banjarmasin ini harus melibatkan seluruh elemen, termasuk pelajar. Maka dari itu akan diaktifkan untuk bank sampahnya, karena murid ini sangat banyak di Banjarmasin," ujar Ryan Sabtu (25/04/2026).

Saat ini, Disdik telah menyelesaikan tahap pendataan awal untuk memetakan sekolah mana saja yang telah memiliki Bank Sampah aktif, yang berstatus pasif, hingga sekolah yang sama sekali belum memiliki unit pengelolaan sampah.

Ryan menjelaskan bahwa proses ini akan diintervensi ke semua sekolah melalui kolaborasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

"Kemarin kami sudah melakukan pendataan, sekolah mana yang sudah ada bank sampah, statusnya seperti apa, kemudian yang belum ada bank sampah, nanti kita data. Nanti untuk proses pendirian pembentukannya kerja sama dengan LH," bebernya.

Rencana ini tidak hanya sekadar menyediakan tempat sampah, tetapi juga menyentuh aspek edukasi.

Bagi sekolah yang terkendala lahan atau jumlah personil, Ryan memberikan solusi berupa penggabungan unit Bank Sampah. 
Sekolah yang lokasinya berdekatan dapat bergabung dalam satu unit Bank Sampah untuk mempermudah operasional dan distribusi sampah ke pihak ketiga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ichrom Muftezar, menargetkan pembentukan ratusan bank sampah baru untuk menangani sampah anorganik, salah satunya di sektor pendidikan yakni sekolah.

Selain sekolah di bawah kewenangan kota (SD/SMP), DLH akan melakukan MoU dengan Pemerintah Provinsi Kalsel agar SMA/SMK sederajat juga menerapkan hal serupa.

DLH juga akan membentuk tim Trainer 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang akan bertugas melatih masyarakat dan tenaga pendidik.

Minimal akan ada 2 guru di setiap sekolah yang dilatih khusus menjadi penggerak pengelolaan sampah.

"Tentu itu bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada siswa sejak dini agar memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban pemerintah," pungkasnya.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya