hallobanua.com, BANJARMASIN – Kemeriahan Kejuaraan Memanah Berkuda (Horseback Archery) Tradisional se-Kalimantan Selatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Banjarmasin bukan sekadar ajang unjuk kebolehan.
Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi momentum krusial dalam menjaring bibit-bibit atlet muda potensial untuk mengharumkan nama Banua di kancah nasional.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kalsel, Bambang Heri Purnama, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, dalam memasyarakatkan olahraga berkuda di Kota Seribu Sungai.
Bambang menilai, antusiasme warga Banjarmasin terhadap olahraga memanah berkuda sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta dan penonton yang memadati lokasi kejuaraan.
"Bapak Yamin memberi terobosan-terobosan baru dengan memperkenalkan kuda secara masif di Banjarmasin. Ternyata penggemar dan atletnya banyak sekali, khususnya di disiplin memanah berkuda ini," ujar Bambang saat diwawancarai di sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa atlet asal Banjarmasin sebenarnya sudah mulai berbicara banyak di level nasional.
"Banjarmasin sudah sering mengikuti kejuaraan nasional, dan Alhamdulillah banyak yang masuk (peringkat atas)," imbuhnya.
Melihat potensi yang besar, Bambang menegaskan bahwa Pordasi Kalsel memberikan dukungan penuh bagi pengembangan atlet di tingkat kota maupun kabupaten.
Ia mencontohkan keberhasilan pembinaan di daerah lain yang kini mulai menular ke Banjarmasin.
"Dulu awalnya mungkin dari daerah Tanjung. Di sana ada Mas Andi yang saya support, hingga akhirnya atlet-atlet Tanjung banyak mengikuti kejuaraan di Jawa dan meraih prestasi. Semangat itu yang kita bawa ke Banjarmasin. Saya akan terus men-support atlet memanah berkuda Kalsel untuk bertanding di luar pulau Kalimantan," tegasnya.
Target besar dari pembinaan sejak dini ini adalah kesiapan Kalimantan Selatan dalam menghadapi ajang olahraga multievent terbesar di Indonesia.
Pordasi Kalsel tengah membidik partisipasi maksimal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
"Kita perlu membina dari dini. Insya Allah pada PON yang akan datang, kejuaraan memanah berkuda ini bisa dipertandingkan secara resmi. Jadi, mulai sekarang kita siapkan atlet-atletnya agar saat waktunya tiba, Kalsel sudah siap tempur," kata Bambang optimis.
Dengan sinergi antara pemerintah kota dan pengurus provinsi, diharapkan olahraga memanah berkuda tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi menjadi lumbung prestasi baru bagi dunia olahraga Kalimantan Selatan.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Tags
Banjarmasin
