hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, memimpin langsung agenda Ekspose Laporan Tahunan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (Perumda PALD) tahun buku 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perumda PALD pada Senin (13/04/2026) ini dirangkaikan dengan pengangkatan Dewan Pengawas (Dewas) dan Direktur Perumda PALD terpilih hasil seleksi terbaru.
Dalam arahannya, Muhammad Yamin menekankan bahwa laporan tahunan 2025 menjadi "alarm" bagi manajemen baru untuk segera melakukan pembenahan.
Ia menyoroti minimnya penambahan pelanggan yang hanya mencapai 141 sambungan di tahun lalu.
"Saya ingatkan kepada Direksi dan Dewas yang baru terpilih, ini harus bekerja serius. Jangan hanya duduk di meja, tapi harus melihat ke lapangan dan memperhatikan isu-isu lingkungan," tegas Yamin usai kegiatan.
Ia berharap manajemen baru dapat bergerak lebih masif dan proaktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sanitasi demi mencegah pencemaran lingkungan di Kota Seribu Sungai.
Ia juga menyoroti adanya sejumlah aset milik Perumda PALD yang selama ini belum beroperasi secara maksimal.
"Masih ada aset yang belum dimanfaatkan, ke depannya harus benar-benar dimaksimalkan. Kita sudah tandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja untuk tahun 2026. Saya tidak ingin hanya wacana, tapi harus action nyata agar Banjarmasin menjadi kota yang sehat dan nyaman untuk anak cucu kita," katanya.
Sementara itu, Direktur Perumda PALD terpilih, Endani Kastien, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah dari Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Fokus utamanya adalah melakukan ekspansi pelayanan dan optimalisasi kapasitas infrastruktur yang ada.
"Berdasarkan laporan, kapasitas yang masih ideal atau kosong itu sekitar 85,7 persen. Jadi fokus kita adalah penambahan pelanggan, terutama yang bisa masuk ke jaringan pipa yang sudah kita miliki," ujar Endani.
Menanggapi minimnya penambahan pelanggan di tahun sebelumnya, Endani menegaskan akan menggunakan strategi "jemput bola".
Pihaknya berencana melakukan branding besar-besaran melalui media sosial serta pendekatan persuasif kepada perusahaan-perusahaan besar maupun instansi yang belum terhubung dengan sistem pengelolaan air limbah domestik.
"Tidak ada cara lain selain jemput bola ke lapangan. Kita akan lakukan pendekatan persuasif, mengecek keberadaan IPAL mereka, dan mensosialisasikan betapa pentingnya kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kami juga akan menambah rencana bisnis yang sifatnya non-tarif untuk meningkatkan pendapatan asli perumda," pungkasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
