Atlet Pelajar Siap Berlaga di POPDA Kalsel 2026


hallobanua.com, BANJARMASIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi dimulai. 

Sedikitnya 997 peserta akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026. 

Acara pembukaan ini diresmikan oleh Gubernur Kalsel, H Muhidin, diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Dinansyah di Mahligai Pancasila, Senin (18/05/2026).

Dalam sambutannya, Dinansyah menyampaikan bahwa ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk menjaring bibit unggul di dunia olahraga Banua.

"Rutin kita laksanakan setiap tahun. Pada tahun ini kita laksanakan di Banjarmasin dari tanggal 18 sampai 21 (Mei), dan pembukaan pada hari ini kita laksanakan di Mahligai Pancasila," ujar Dinansyah.

Dirinya juga menekankan pentingnya sportivitas dan profesionalisme sepanjang kompetisi berlangsung demi melahirkan atlet yang benar-benar berkualitas.

"Harapan kita dengan adanya POPDA ini, seluruh atlet pelajar di daerah masing-masing bertanding dengan baik dan sportif. Kami juga memohon dengan sangat kepada seluruh wasit dan juri untuk bertindak secara profesional, sehingga kita benar-benar melahirkan atlet terbaik yang dapat membanggakan nama daerah kita," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Febriadin Hafiz, menjelaskan bahwa POPDA tahun 2026 ini berfokus pada cabang olahraga (cabor) beregu atau permainan.

Terdapat 4 cabor yang dipertandingkan pada tahun genap ini, yaitu Bola Basket, Bola Voli, Sepak Bola dan Sepak Takraw.
"Untuk tahun genap (2026) adalah olahraga permainan, dan untuk tahun ganjil nanti adalah cabang olahraga perorangan untuk tahun depan," jelas Hafiz.

Febriadin menambahkan bahwa ajang ini diikuti oleh kelompok usia yang cukup beragam, mulai dari siswa kelas 6 SD untuk cabor bola voli, hingga pelajar kelas 3 SMA. POPDA menjadi wadah krusial sebagai jembatan evaluasi sebelum para atlet ini melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Dispora Kalsel menjadikan ajang ini sebagai parameter keberhasilan sentra-sentra pembinaan olahraga daerah yang dimiliki Kalsel. Tercatat ada 9 pusat latihan (protik) yang menguji hasil pembinaannya di ajang ini.

"Ini kita jadikan sebagai evaluasi terhadap sistem pembinaan kita lewat sentra pembinaan olahraga daerah. Ini menjadi wadah pintu masuk sebelum mereka menjadi atlet junior dan masuk ke level olahraga mahasiswa," terangnya.

Ia optimistis, lewat pembinaan berjenjang seperti POPDA ini, Kalsel tidak akan kehabisan talenta muda. Terbukti, sejarah mencatat bahwa banyak atlet Kalsel yang berprestasi di tingkat nasional hingga internasional lahir dari sistem ini.

"Kita akui bahwa atlet senior yang masuk di ajang besar dan meraih medali, rata-rata adalah alumni dari sentra pembinaan, di antaranya adalah olahraga pelajar seperti POPDA ini," pungkasnya.

Penulis : rian akhmad
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya