hallobanua.com, BANJARMASIN – Laporan kasus kekerasan yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir di Kota Banjarmasin, trendnya terus meningkat
Kepala Dinas PPPA Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), angka pengaduan terus merangkak naik sejak tahun 2019 hingga 2025.
Merujuk pada data, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 57 kasus. Angka ini melonjak tajam hingga mencapai 216 kasus pada tahun 2025.
Sementara itu, memasuki awal tahun 2026, tepatnya hingga bulan April, sudah tercatat sebanyak 73 kasus yang terdiri dari 29 korban perempuan dewasa, 33 anak perempuan, dan 11 anak laki-laki.
Menanggapi hal itu Muhammad Ramadhan mengklaim jika peningkatan angka ini tidak berarti situasi semakin memburuk, melainkan ada indikasi positif dari sisi kesadaran hukum masyarakat.
"Angka pelaporan ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Namun di sisi lain, tingginya angka pelaporan ini juga menunjukkan perkembangan positif: bahwa masyarakat kini semakin berani untuk speak up, melaporkan, dan mencari keadilan," ujar Ramadhan.
DPPPA menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi erat antara DPPPA dan institusi pendidikan untuk menciptakan sistem perlindungan yang nyata.
"Dengan kebersamaan kita, insyaAllah Banjarmasin akan semakin ramah perempuan dan layak anak, untuk mewujudkan: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Banjarmasin Maju Sejahtera," tutupnya.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
