hallobanua.com, BANJARMASIN – Sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin terendam banjir rob dan luapan air hujan dengan ketinggian mencapai 60 cm beberapa hari ini. Kondisi ini terjadi di tengah status wilayah Kalsel yang dilaporkan BMKG sudah memasuki musim kemarau.
Sekretaris BPBD Banjarmasin, Budi Fitriadi, menyebut banjir rob dipicu oleh kombinasi puncak pasang air laut dan tingginya curah hujan seminggu ke depan.
"Dari informasi BMKG kita memang sudah memasuki masa kemarau. Tapi kenyataannya sampai saat ini curah hujan masih tinggi, ditambah pasang air laut juga sedang tinggi-tingginya," ujar Budi dikonfirmasi Jumat (22/05/2026).
Wilayah terdampak paling parah di antaranya kawasan Jalan Perdagangan dan Japri Zam-Zam dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.
"Seperti di daerah Perdagangan dan Japri Zam-Zam, air cukup tinggi. Itu karena kombinasi hujan dan rob," ujarnya.
Antisipasi banjir rob susulan, BPBD menyiagakan personel 24 jam penuh untuk memantau titik genangan dan menyebarkan imbauan via media sosial. Kendala drainase dan sungai mati di Kayu Tangi diakui memperlambat surutnya air.
"Kami standby terus. Anggota melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang tergenang berdasarkan laporan masyarakat," ucapnya.
"Kami terus menyampaikan informasi berulang-ulang agar masyarakat bisa lebih waspada sedini mungkin. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu," sambung Budi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan evakuasi warga, namun petugas aktif membantu kendaraan mogok di lokasi banjir.
"Kalau evakuasi belum ada. Tapi kemarin ada masyarakat yang kendaraannya mogok di jalan dan langsung dibantu anggota kami," pungkasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
