hallobanua.com, BANJARMASIN – Wajah pelayanan publik dan kepedulian lingkungan kini menjadi sorotan utama Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dalam Diskusi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (21/5/2026) kemarin, Aparatur Sipil Negara (ASN) kesehatan dituntut untuk tidak hanya ramah melayani, tetapi juga peka terhadap darurat sampah.
Acara yang mempertemukan ASN dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR.
Melalui momentum ini, Yamin menekankan bahwa pelayanan kesehatan dan kelestarian lingkungan adalah dua hal yang saling beririsan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga, ASN kesehatan diminta untuk terus berbenah dan mengikis habis keluhan masyarakat terkait pelayanan yang kurang maksimal.
Yamin menegaskan bahwa penerapan prinsip HAM adalah harga mati dalam dunia medis.
"Melalui penguatan kapasitas ini, saya berharap ASN kesehatan semakin memahami dan menerapkan prinsip-prinsip HAM dalam pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan bukan hanya soal administrasi dan tindakan medis, tetapi juga soal menghargai martabat manusia," ujar Yamin di hadapan ratusan peserta.
Tidak sekadar bicara soal berkas dan obat-obatan, Wali Kota Banjarmasin juga memanfaatkan forum ini untuk menyentil persoalan pelik kota, yakni sampah plastik.
Yamin menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk turun tangan mengedukasi warga mengenai pentingnya pembatasan plastik dan pengelolaan sampah dari rumah.
"Saya kembali mengingatkan ASN agar tidak abai terhadap persoalan sampah plastik. Dinas Kesehatan harus aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah, dan pengolahan sampah dari sumbernya. Karena persoalan lingkungan juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat," tegasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
