hallobanua.com, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, otoritas kesehatan hewan di Banjarmasin mulai memperketat pengawasan terhadap ratusan hewan kurban yang masuk ke wilayah Banjarmasin.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh hewan yang beredar bebas dari penyakit melalui pemeriksaan fisik intensif dan verifikasi status vaksinasi.
Kepala UPTD RPH Basirih, drh Annang Dwijatmiko, menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan kesehatan langsung diberlakukan setibanya hewan di kandang penampungan. Hingga kini, sebanyak 330 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjalani skrining ketat.
"Semua sapi yang masuk langsung kami periksa kesehatannya. Kami memastikan seluruhnya sudah mendapatkan dosis vaksin dari daerah asal sebagai langkah preventif wajib untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," ujar Annang di RPH Basirih, Rabu (13/05/2026).
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui audit dokumen kesehatan. UPTD RPH Basirih menjamin tidak ada celah bagi hewan kurban untuk masuk tanpa sertifikat kesehatan yang sah.
Langkah-langkah pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan klinis. Yaitu memantau gejala fisik yang mengarah pada penyakit menular.
Kemudian memastikan histori vaksinasi PMK tercatat secara resmi, serta monitoring berkala agar pengawasan terus berlanjut di kandang penampungan hingga hari pemotongan.
Mengingat kebutuhan kurban di Banjarmasin diprediksi mencapai 2.500 ekor sapi, gelombang kedatangan hewan dari luar pulau diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati hari H.
Pihak RPH berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan hewan yang tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga memenuhi syarat syariat dan standar kesehatan.
"Kami terus memastikan hewan kurban yang beredar di Banjarmasin benar-benar aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat," tutup Annang.
Meskipun saat ini terdapat kenaikan harga operasional yang berdampak pada harga jual sapi di tingkat pedagang (rata-rata naik Rp1 juta per ekor), prioritas utama pemerintah daerah tetap tertuju pada aspek keamanan pangan dan kesehatan ternak guna memberikan ketenangan bagi warga yang akan beribadah kurban.
Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
