Mur Jembatan CUSA Dipreteli Maling, Wali Kota Yamin Instruksikan Pasang CCTV dan Tindak Tegas Pelaku


hallobanua.com, BANJARMASIN – Aksi pencurian fasilitas umum kembali meresahkan warga Kota Banjarmasin. Kali ini, Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (CUSA) yang menjadi tumpuan harapan warga untuk mengurai kemacetan, justru menjadi sasaran empuk tangan jahil. 
Sejumlah material penting berupa mur besar pengunci jembatan dilaporkan hilang, terutama di sisi Cemara Ujung.
Pantauan di lokasi menunjukkan ealah satu baut tampak melompong tidak ada murnya. Hilangnya komponen ini diduga akibat kondisi baut yang longgar sehingga memudahkan pelaku beraksi.

Kondisi jembatan yang belum dioperasikan secara resmi juga dinilai warga menjadikannya rawan tindakan vandalisme dan pencurian.

​Menanggapi laporan kehilangan tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, angkat bicara. Ia menekankan bahwa meskipun jembatan ini merupakan program dari periode sebelumnya, pemerintah saat ini berkomitmen penuh untuk merampungkan proyek tersebut hingga bisa dinikmati masyarakat.

​"Kita sudah menyampaikan apa yang terjadi, khususnya terkait pelepasan baut dan sebagainya. Saya berharap masyarakat bersabar karena jembatan ini memang masih dalam proses dan belum sepenuhnya selesai," ujar Yamin diwawancara hallobanua.com, Rabu (13/05/2026).

​Ia menambahkan bahwa keberadaan Jembatan CUSA sangat vital bagi mobilitas warga, khususnya di wilayah Cemara Ujung dan Sungai Andai. 

"Insya Allah ini akan kita lanjutkan dan selesaikan. Manfaatnya besar untuk memecah arus kemacetan di wilayah tersebut," imbuhnya.

​Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Wali Kota menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan, termasuk penggunaan teknologi keamanan.
"Ke depan, harus dipasang CCTV. Jika terjadi kehilangan lagi dan terekam, maka kita akan lakukan tindakan kategori tegas. Jangan sampai (pencurian) ini terus berterusan," tegas Wali Kota.

​Yamin juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera turun ke lapangan guna menangani kerusakan yang ada.

 "Saat ini kondisinya sudah kita ketahui, harus segera ditindaklanjuti. Kalau memang ada yang tidak memungkinkan (membahayakan), segera ditangani dulu demi keamanan," perintahnya.

​Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengakui bahwa hilangnya baut merupakan ancaman serius bagi keamanan struktur jembatan. 
Jembatan CUSA sendiri saat ini mengalami penundaan pembukaan akibat adanya revisi perencanaan pasca-audit Inspektorat.

​Tantangan alam berupa arus bawah air di sisi Sungai Andai serta kondisi tanah rawa yang memerlukan penanganan khusus menjadi alasan utama pengerjaan ini belum rampung total.

 Pihak Pemko berencana melibatkan ahli struktur dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan mengupayakan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan tahun ini agar jembatan yang dibangun dari pajak rakyat tersebut dapat segera beroperasi tanpa kendala keamanan lagi.


Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya