hallobanua.com, BANJARMASIN - Setelah sempat meredup, destinasi wisata edukasi andalan warga Kota Seribu Sungai ini kembali memancarkan pesonanya, memikat ratusan keluarga untuk kembali merajut memori di akhir pekan.
Matahari sore bersinar cerah pada Minggu sore (31/5/2026), di atas atap gapura hijau berarsitektur khas Banjar yang bertuliskan "Selamat Datang di Taman Satwa dan Edukasi".
Di bawahnya, arus manusia mengalir tanpa henti. Keramaian yang sempat hilang kini benar-benar telah kembali, menandakan bahwa denyut nadi kehidupan wisata edukasi ini telah pulih sepenuhnya.
Di dalam, suasana hangat langsung menyambut pengunjung. Di salah satu sudut, sebuah kandang besi raksasa yang kokoh berdiri tegak di tepi aliran air tenang. Di dalamnya, beberapa ekor monyet tampak lincah bergelantungan dan melompat dari satu dahan ke dahan lain, memamerkan ketangkasan mereka di hadapan puluhan pasang mata yang menatap kagum.
Anak-anak kecil berdiri di sepanjang pagar pembatas, menunjuk-nunjuk dengan antusias setiap kali primata tersebut mendekat ke arah jeruji besi.
"Senang sekali melihat tempat ini kembali ramai. Sudah lama kami sekeluarga tidak melihat atmosfer sehidup ini di Jahri Saleh," ujar Rizaldi, seorang warga yang datang memboyong anak dan istrinya.
"Anak-anak bisa langsung berinteraksi dan belajar mengenal hewan dari dekat, tidak cuma lewat layar gawai," tambahnya.
Tak kalah memikat, area taman satwa ini juga menyajikan keanekaragaman unggas yang mempesona dan area kelinci yang menggemaskan, tempat anak-anak belajar menyayangi makhluk hidup yang lebih kecil.
Namun, salah satu daya tarik utama sore itu berada di bawah naungan tenda kanopi besar. Di sana, seorang pawang dengan sabar dan sigap menuntun seekor kuda poni berbulu cokelat muda dengan surai krem yang indah.
Kuda tersebut tampak sangat tenang menghadapi kerumunan warga, terutama anak-anak yang mengantre untuk bergantian mencoba sensasi menungganginya atau sekadar berfoto bersama.
Suasana hangat kekeluargaan begitu kental terasa, menggambarkan betapa rindunya masyarakat akan ruang publik yang terjangkau namun kaya akan nilai edukasi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Rika, seorang ibu rumah tangga yang sore itu sibuk menemani sang anak melihat-lihat satwa.
"Bagi kami para ibu rumah tangga, tempat seperti ini sangat penting. Selain murah meriah, areanya sangat edukatif untuk anak-anak. Anak saya paling suka melihat monyet dan kuda poni tadi. Semoga fasilitasnya terus dirawat dan satwanya semakin ditambah," tutur Rika.
KBM Jahri Saleh kini bukan lagi sekadar tempat penangkaran satwa yang sunyi. Ia telah bertransformasi kembali menjadi oase rekreasi di tengah kota, sebuah tempat di mana edukasi dan hiburan melebur menjadi satu, membawa kebahagiaan sederhana yang menghidupkan kembali senyum warga Banjarmasin.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
Tags
Pemko Banjarmasin
