Pasca Kebakaran, Wali Kota Yamin Inginkan Penataan Ulang Pasar Berkonsep Wisata Estetik


hallobanua.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, angkat bicara terkait musibah kebakaran yang melanda kawasan Pasar Harum Manis II serta Pasar Lima baru-baru ini. 
Orang nomor satu di Banjarmasin itu menegaskan tidak ingin terburu-buru membangun kembali pasar dengan konsep ala kadarnya.

Yamin menekankan bahwa musibah ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota untuk melakukan perencanaan matang dalam menata ulang kawasan perdagangan tersebut agar lebih modern dan memiliki nilai tambah.

Sebagai kota yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan, Yamin menginginkan bangunan pasar ke depannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli, tetapi juga memiliki daya tarik wisata.

"Kita sangat sedih, namun kalau mau membangun kembali, kita harus buat satu perencanaan. Jangan hanya seadanya lagi. Harapan kita bangunannya bagus sekalian, yang bisa menjadi destinasi orang senang datang ke situ," ujar Yamin Jumat (08/05/2026).

Ia berkaca pada pembangunan pasar-pasar sebelumnya yang dinilai kurang maksimal dari sisi estetika dan kenyamanan. 

"Jangan seperti bangunan tahun-tahun sebelumnya, setelah kebakaran dibangun lagi tapi biasa-biasa saja. Saya ingin bangunan permanen, tatanannya bagus, sehingga pedagang dan pembeli nyaman," jelasnya.

Mengingat lokasi Pasar Harum Manis berada di pinggiran sungai, Wali Kota berencana mengintegrasikan pembangunan pasar dengan kelanjutan proyek siring yang saat ini masih terputus di kawasan tersebut.

"Di situ kan pinggir sungai, siring kita masih putus. Harapan kita siring itu bisa dibangun dan dilanjutkan. Bangunannya harus estetik karena bisa dilihat dari sungai. Jadi selain bagi pedagang nyaman, dari sisi tata kota juga indah," katanya.

Yamin bahkan memberikan gambaran mengenai kesiapan anggaran jika memang diperlukan untuk pembangunan yang berkualitas. 

"Misalnya anggarannya Rp50 miliar atau berapapun, yang penting hasilnya bagus. Jangan hanya berpikir masuknya PAD (Pendapatan Asli Daerah) saja, tapi bagaimana pedagang kita ini bisa sejahtera," tuturnya.

Terkait nasib para pedagang yang terdampak, Pemerintah Kota akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap renovasi atau relokasi sementara. 

Yamin menegaskan bahwa pintu Balai Kota selalu terbuka bagi para pedagang yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan audiensi.

"Kami terbuka untuk siapa saja yang mau menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat. Kami ini wakil mereka, silakan datang untuk audiensi, kita akan terima dengan baik untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan Pasar Harumanis," pungkas Yamin.


Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya