Tenaga Ahli Gubernur H Ibnu Sina Dorong Pengembangan Ruang Bersama Indonesia untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kalsel

hallobanua.com, BANJARBARU - Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan, H Ibnu Sina menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pemaparan “Pengembangan Ruang Bersama Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan” yang berlangsung di Aula Abrani Sulaiman, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (7/5/2026). 

Dalam paparannya, H Ibnu Sina menyebut kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama, baik pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, maupun keluarga.

“Anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Karena itu, pengembangan Ruang Bersama Indonesia atau RBI ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat,” ujarnya. 

Menurutnya, Ruang Bersama bukan hanya sekadar tempat fisik, tetapi juga ruang sosial yang mampu menghadirkan rasa aman bagi anak untuk bermain, belajar, berkreasi, dan bersosialisasi secara sehat.

Ia menjelaskan, berbagai bentuk kekerasan terhadap anak seperti kekerasan fisik, verbal, seksual, penelantaran hingga bullying masih kerap terjadi di lingkungan sekitar dan perlu dicegah melalui edukasi serta penguatan pengawasan masyarakat.

H Ibnu Sina juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan perlindungan perempuan dan anak, termasuk dukungan anggaran, regulasi, serta koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan. 

“Kepala daerah memiliki posisi strategis sebagai katalisator perubahan. Komitmen pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut peduli dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pembangunan Ruang Bersama Indonesia harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal.

“Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Satu langkah kecil dari setiap individu dapat menciptakan perubahan besar bagi masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya. 

Ibnu Sina berharap, melalui pengembangan RBI di Kalimantan Selatan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah anak sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

tim liputan
Kalsel
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya