hallobanua.com, BANJARMASIN — Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan kembali terjadi di Kota Banjarmasin. SDN Teluk Tiram 1 menjadi korban serangkaian pembobolan yang mengakibatkan hilangnya belasan fasilitas sekolah, mulai dari alat elektronik hingga sarana sanitasi vital.
"Sebenarnya sebelum saya masuk ke sini memang sering kemalingan. Di masa saya menjabat sejak 2023, kemarin sempat kehilangan satu unit laptop dan sudah kami laporkan, namun sampai sekarang belum ditemukan," ujar Siti Maimunah Kepala SDN Teluk Tiram 1, Kamis (11/06/2026).
Kali ini, pelaku menggasak belasan kipas angin, satu unit mesin pompa air, dan satu unit power speaker toa.
Berdasarkan bukti fisik di lokasi kejadian, pelaku diduga kuat masuk dengan cara merusak dan mencungkil paksa teralis besi serta jendela di ruang kelas 3A dan 3B.
"Di belakang kelas 3A dan 3B itu memang belakangnya rumah orang, ada jalan sedikit kurang lebih satu meter. Jadi istilah katanya ada peluang bagi pelaku untuk memanjat ke jendela," jelasnya.
Pihak sekolah sebenarnya sempat melakukan upaya antisipasi setelah aksi pencurian pertama terjadi. Jendela-jendela sekolah sempat dipaku menggunakan kayu agar tidak bisa dibuka dari luar. Namun, pelaku yang cerdik mencari celah lain.
Akibat pencurian mesin pompa air, membuat pasokan air bersih terhenti total, sehingga mengganggu aktivitas sanitasi di sekolah.
"Kalau mesin air hilang, otomatis air tidak bisa naik. Dampaknya, anak-anak terpaksa harus pulang ke rumah masing-masing hanya untuk buang air kecil atau buang air besar. Begitu juga dengan para guru," ungkap Siti.
Beruntung, beberapa guru yang rumahnya jauh bisa menumpang di rumah warga sekitar sekolah yang bernama Udin.
Begitu juga hilangnya belasan kipas angin juga membuat ruang kelas menjadi sangat panas dan pengap, sehingga memicu keluhan dari para siswa dan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
SDN Teluk Tiram 1 saat ini memang tidak memiliki penjaga sekolah malam. Pihak sekolah juga sudah mengonfirmasi ke ketua RT setempat dan memastikan memang tidak ada ronda atau penjaga malam di lingkungan sekitar.
Meskipun sekolah memiliki total enam unit kamera CCTV, termasuk tiga unit yang baru saja dibeli, perangkat keamanan tersebut tidak berfungsi optimal saat kejadian.
Pelaku diduga mengetahui letak kamera dan sengaja melepas atau memutus jalurnya sebelum beraksi.
Akibat kejadian itu, pihak sekolah telah melaporlan ke aparat kepolisian dan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terkait hilangnya aset-aset negara tersebut.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan juga telah merespons laporan tersebut dan berencana untuk memberikan bantuan penguatan sistem keamanan sekolah pada penganggaran mendatang.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
