hallobanua.com, BANJARBARU – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) membidik penuntasan sisa 6 persen area tanpa sinyal (blind spot) di Kalimantan Selatan.
Target ini menjadi salah satu fokus strategis yang dibahas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APJII Kalselteng di Banjarbaru, Kamis (02/06/2026) lalu.
Langkah APJII ke depan akan difokuskan pada penguatan internal organisasi, peningkatan layanan keanggotaan, serta komitmen penuh dalam membantu pemerintah daerah menyediakan akses internet yang inklusif hingga ke wilayah pinggiran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, mendorong APJII untuk memberikan alternatif solusi konkret yang dapat dieksekusi di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya mencari celah regulasi yang legal agar perluasan infrastruktur tidak membentur aturan hukum.
"Kita perlu diskusikan celah regulasi apa yang bisa dibuat agar jaringan internet ini bisa sampai ke wilayah paling pinggir sekalipun. Goal-nya adalah seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dapat menikmati jaringan internet," ujar Muslim disela kegiatan.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) APJII Kalselteng, M. Satria Budi Utama, menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meng-cover wilayah-wilayah terpencil.
Satria menjelaskan bahwa perluasan jaringan ke area blind spot sering kali menghadapi kendala teknis, namun APJII berkomitmen untuk tetap berjalan di koridor hukum yang berlaku.
"Pastinya kita akan selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah. Secara teknis memang ada kendala, namun kami berkomitmen tidak ingin melanggar regulasi," ujarnya.
"Kami ingin mengakomodir kawan-kawan anggota agar program setahun ke depan terlaksana dengan baik, dengan tetap mengedepankan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan konsultasi yang intens dengan keanggotaan," jelas Satria.
Apresiasi terhadap geliat APJII di kancah regional juga datang dari pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Wilayah 2 APJII, I Gede Yudhatama, mengisahkan bahwa APJII Kalselteng menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sejak lepas dari wilayah Kalimantan Timur tahun lalu.
"Tahun lalu baru dibentuk karena sebelumnya bergabung dengan Kaltim. Dari perkembangan anggota, perkembangannya sudah lumayan banyak. Dari yang semula hanya sekitar 14 anggota, sekarang sudah mendekati 30 anggota. Ini perkembangan yang cukup signifikan," ungkap Yudhatama.
Dari pusat, Yudhatama berpesan agar momentum rakerwil pertama ini dijadikan wadah untuk membimbing wilayah agar meraih hasil terbaik, sembari mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal.
"Pesan kami dari pusat, tetap guyub dan jaga kekompakan. Kalau anggota di wilayah tidak guyub, nanti malah saling menjatuhkan. Tetap kompak untuk maju bersama, baik untuk kemajuan wilayah Kalselteng maupun nasional pada umumnya," pungkasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
