Kanker Payudara Dominasi Kasus di Banjarmasin, Kanker Usus Besar Mulai Diwaspadai


hallobanua.com, BANJARMASIN — Tren penyakit kanker di Kota Banjarmasin menunjukkan angka yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan data terbaru pada Senin (20/07/2026), kasus kanker payudara menjadi jenis kanker terbanyak di Banjarmasin dengan 42 penderita. Disusul kemudian oleh kanker leher rahim (serviks) sebanyak 24 kasus, dan kanker kolorektal (usus besar) sebanyak empat kasus.

​Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah, mengungkapkan bahwa perhatian utama saat ini masih tertuju pada kanker serviks dan kanker payudara yang menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak.

Sementara pada laki-laki, kanker paru juga memerlukan perhatian serius.
​Ia pun mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah sebagai langkah deteksi dini.
"Kalau kanker bisa ditemukan sejak stadium awal, peluang pengobatannya jauh lebih besar. Khusus kanker leher rahim, apabila terdeteksi lebih dini, peluang untuk ditangani juga semakin baik. Berbahaya itu justru ketika pasien baru mengetahui saat sudah memasuki stadium lanjut," kata Siti Wasilah belum lama tadi saat diwawancara awak media.

​Selain kanker payudara dan serviks, YKI kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker kolorektal atau kanker usus besar.

Kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi kawasan rawa dan sungai, ditambah pola konsumsi masyarakat, ditengarai menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

​"Masyarakat kita sudah terbiasa dengan pola makan dan minum tertentu. Ketika mengalami gangguan pencernaan ringan sering kali dianggap hal biasa, padahal itu bisa menjadi faktor risiko kanker usus besar. Karena itu jangan menunda pemeriksaan jika ada keluhan yang berulang," tuturnya.

​Di sisi lain, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, turut menekankan bahwa penanganan kanker tidak hanya soal medis, melainkan juga sisi psikologis penderita.

​"Orang yang sedang berjuang melawan kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan dan semangat dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Itu sangat berarti bagi proses pemulihan mereka," pungkas Neli.


Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya