hallobanua.com, BANJARMASIN - Ambruknya Jembatan Saka Harang di kawasan Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, memberikan dampak langsung bagi kelancaran mobilitas masyarakat sekitar.
Terputusnya satu-satunya akses darat di wilayah tersebut memaksa warga yang hendak melintas mencari cara alternatif, salah satunya dengan memanfaatkan perahu getek untuk menyeberang.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Alamsyah, warga Pulau Bromo, Banjarmasin Selatan.
Ia mengaku terkejut saat mengetahui jembatan utama di kawasan Mantuil itu patah dan terputus usai dirinya menghadiri acara keagamaan bersama rombongan keluarga.
"Tadi pulang dari Haul Guru Bakrie dari Gambut, pas tahu jembatan runtuh bingung pulang pakai apa. Ini rombongan tadi ada 20 orang sekeluarga mau balik ke Pulau Bromo. Baru tahu kalau jembatannya runtuh," ungkap Alamsyah di lokasi kejadian.
Terputusnya akses darat tersebut membuat Alamsyah bersama rombongan keluarga terpaksa beralih menggunakan transportasi sungai berupa perahu getek agar bisa melanjutkan perjalanan pulang.
"Jembatan runtuh ini lalu membuat akses terputus, jadinya terpaksa pakai kelotok/getek. Aksesnya sementara bayar-bayar begini," tuturnya.
Alamsyah menambahkan bahwa keberadaan Jembatan Saka Harang merupakan penopang utama lalu lintas harian warga setempat.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menangani kerusakan tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa bergantung pada jasa penyeberangan sungai.
"Kaget melihat jembatan ambruk ini. Harapannya bisa cepat diperbaiki karena ini akses satu-satunya," pungkasnya.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
