hallobanua.com, BANJARMASIN — Meski telah dilakukan perbaikan dan mengalami banyak kemajuan dibanding kondisi terdahulu, beberapa pembenahan seperti kebersihan, perbaikan plafon, hingga penataan area yang masih kumuh, turut menjadi perhatian utama Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
Hal tersebut disampaikannya di sela kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pasar yang diikuti oleh 500 pedagang pada Sabtu (05/09/2026) di Pasar Sentra Antasari.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar oleh Perumda Pasar Banjarmasin Maju Sejahtera sekaligus untuk menyambut Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun.
Ananda menegaskan pentingnya perbaikan berkesinambungan demi meningkatkan kenyamanan pengunjung yang menjadi kunci utama daya tarik pasar.
"Dibanding yang dulu, kondisi sekarang sudah jauh lebih berkembang. Namun, kita tetap meminta jajaran direksi untuk terus melakukan perbaikan karena kenyamanan pengunjung adalah daya tarik utama," ujar Ananda.
Dirinya juga mengapresiasi berbagai gagasan pengembangan Pasar Sentra Antasari ke depan, seperti pemanfaatan ruang untuk co-working space, area kuliner (food court), hingga wahana bermain anak. Ia optimistis pasar ini dapat kembali mencapai masa kejayaannya.
Di samping pembenahan fisik, Ananda mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas pasar.
Selain penataan fisik, Ananda juga menyambut positif inisiatif pelatihan digitalisasi bagi para pedagang. Menurutnya, keberadaan teknologi dan toko daring (online) harus dimanfaatkan agar mampu memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan omset penjualan.
"Kami menyambut baik adanya pelatihan terhadap para pedagang hari ini yang diinisiasi oleh Perumda Pasar Banjarmasin. Perekonomian saat ini tidak hanya ditopang toko offline, tetapi juga toko online. Bahkan, banyak yang omsetnya lebih besar di toko online. Jangan sampai kita kalah, harus ada keseimbangan antara toko offline dan online agar saling melengkapi," sambung Ananda disela kegiatan.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin Maju Sejahtera, Muhammad Abdan Syakura, menjelaskan bahwa pembenahan fisik pasar dilakukan secara bertahap. Setelah fokus pada area bagian luar, penataan akan dilanjutkan ke bagian dalam bangunan.
"Secara bertahap kita benahi bagian dalam, mulai dari kerapian instalasi kabel, pengecatan ulang bangunan, hingga penyediaan ruang iklan. Kami ingin fasilitas-fasilitas ini cepat dirasakan manfaatnya oleh pedagang maupun pengunjung," jelas Abdan.
Dari segi keamanan dan ketertiban, Abdan memastikan pihak pengelola telah bekerja sama dengan tenaga pengaman profesional (outsourcing) serta memasang kamera pengawas (CCTV) 24 jam di berbagai titik strategis.
Terkait materi pelatihan digitalisasi, Abdan menyebutkan bahwa program ini difokuskan pada hal-hal mendasar untuk memperkuat daya saing pedagang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Abdan menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pedagang dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan perubahan perilaku pasar. Transformasi ini menjadi solusi nyata agar pasar tradisional tetap hidup.
"Melalui langkah ini, kita menghadirkan ruang baru. Para pedagang tetap bisa berjualan secara langsung di pasar offline, namun sambil menunggu pembeli datang, mereka juga dapat menjangkau pelanggan secara nasional melalui platform digital," pungkas Abdan.
Penulis : rian akhmad
Kota bjm
