Ini Sosok Rudy Ariffin di Mata Ibnu Sina: Birokrat Pemersatu Diaspora Banjar hingga Tokoh Pembangunan

hallobanua.com, BANJARMASIN – Berpulangnya Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005–2015, H. Rudy Ariffin, di usia 73 tahun menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Banua. 

Duka dan kehilangan mendalam turut dirasakan oleh Wali Kota Banjarmasin dua periode (2016–Februari 2025), H. Ibnu Sina.

​Ibnu Sina, yang juga menjabat sebagai Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalsel sekaligus Presiden Ibnu Sina Foundation (ISFO), mengenang almarhum sebagai sosok birokrat senior yang sangat dekat, hangat, dan berdedikasi tinggi.
​
"Secara pribadi kami sangat dekat dengan beliau. Saat almarhum menjabat Gubernur Kalsel dua periode, kami di DPRD bertugas mengawal pemerintahan beliau. Interaksi juga sangat sering, terlebih beliau adalah mantan Bupati Banjar sehingga hubungan dengan keluarga besar Martapura terjalin cukup intens," ujar Ibnu Sina Minggu (06/09/2026).

​Di mata Ibnu, almarhum Rudy Ariffin dikenal sebagai figur pemimpin yang ramah dan tidak jumawa.

​"Beliau adalah sosok birokrat yang low profile, sangat mengayomi anak buah dan bawahan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap ormas, para tetua, dan kegiatan keagamaan," lanjutnya.

​Salah satu jasa besar almarhum yang amat signifikan adalah dalam mempersatukan diaspora masyarakat Banjar, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui pembentukan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB).

​"Peran beliau sangat besar dalam pengembangan komunitas Banjar di Indonesia. Di zaman beliaulah KBB awal mula terbentuk hingga mulai mendunia. Berbagai organisasi lokal seperti K3 Jaya hingga Kakabayo di Yogyakarta akhirnya berhimpun di bawah bendera KBB dengan beliau sebagai presidennya. Jasa beliau luar biasa dalam menyatukan diaspora Banjar di seluruh provinsi Kalimantan, Indonesia, hingga Malaysia dan Singapura, dan sekitarnya," jelasnya.

​Sebab kepemimpinan dan ketokohannya, almarhum juga didapuk sebagai pembina di lingkungan Dunia Melayu Dunia Islam.
​
Selain kiprah sosial dan kebudayaan, Ibnu Sina menegaskan bahwa almarhum meninggalkan warisan infrastruktur yang sangat vital bagi Kota Banjarmasin, salah satunya pembangunan flyover (jembatan layang) di A Yani.

​"Salah satu karya besar beliau untuk Kota Banjarmasin sebelum kami menjabat wali kota adalah pembangunan flyover. Saat itu kami di Komisi III DPRD Kalsel turut mengawal proses pembangunannya agar berjalan lancar hingga menjadi solusi nyata kemacetan Kota Banjarmasin," kenangnya.

​Bahkan setelah purna tugas dari jabatan publik, kehangatan dan kesantunan Rudy Ariffin tidak pernah pudar. Ibnu Sina menuturkan bahwa almarhum selalu menyapa dengan ramah setiap kali bertemu di berbagai acara kemasyarakatan maupun peringatan Haul Guru Sekumpul.

​"Setiap tahun di Haul Sekumpul atau acara kemasyarakatan lainnya kami selalu bertemu. Beliau tetap seperti dulu, selalu menyapa hangat 'O Ibnu Sina, O Pak Wali'. Beliau bukan hanya bertemu, tapi selalu menyebut nama. Itu sangat berkesan bagi kami. Terima kasih atas segala dedikasi beliau, mudah-mudahan seluruh amal ibadah almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir," pungkas Ibnu Sina.

Penulis : rian akhmad
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya