hallobanua.com, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengikuti rapat koordinasi strategis terkait pemanfaatan Bantuan Presiden Republik Indonesia senilai Rp20 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perlindungan kesehatan masyarakat, serta peningkatan keselamatan relawan pemadam kebakaran di Kota Banjarmasin.
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Yamin HR menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kucuran dana bantuan yang diterima oleh Pemkot Banjarmasin. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta pimpinan dan anggota DPR RI—khususnya Ketua Komisi II DPR RI, H. M. Rifqinizamy Karsayuda—atas perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat Banjarmasin.
Ketua Komisi II DPR RI, H. M. Rifqinizamy Karsayuda, dalam arahannya menjelaskan bahwa terealisasinya anggaran ini merupakan bentuk respons cepat dari pemerintah pusat atas usulan dan argumentasi yang dibangun bersama jajaran kementerian terkait. Meskipun kawasan hutan di Banjarmasin tergolong minor, kota ini menjadi wilayah yang paling besar terdampak bencana kabut asap akibat jumlah penduduk yang padat serta letaknya yang berbatasan langsung dengan kabupaten penyedia *hotspot* terbanyak, yakni Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.
"Ulun berharap 1-2 hari ini perwali segera selesai sehingga pekan depan kita sudah mulai bisa bekerja untuk rakyat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan," tegas Rifqinizamy saat mendorong percepatan regulasi turunan.
Wali Kota Banjarmasin menegaskan bahwa karakteristik geografis Banjarmasin yang dipenuhi permukiman padat, gang sempit, serta kawasan rawa dan bantaran sungai memerlukan strategi dan sistem penanganan yang tepat. Selain fokus pada upaya pemadaman dan kesehatan warga—khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita ISPA—keselamatan para relawan Damkar juga menjadi prioritas utama.
Selama ini, barisan relawan pemadam kebakaran dikenal sangat aktif dan kerap membantu penanganan bencana lintas kabupaten/kota dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa. Oleh karena itu, Pemkot Banjarmasin menyambut baik arahan pusat yang mengakomodasi alokasi bantuan bagi relawan, termasuk dukungan insentif dan logistik melalui regulasi daerah.
"Bantuan yang diberikan oleh Presiden ini bisa benar-benar dirasakan khususnya oleh para relawan Damkar itu sendiri dan dirasakan juga dampaknya kepada masyarakat kita yang terdampak. Dan tentunya juga kita harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan daripada seluruh masyarakat kita di Kota Banjarmasin," ujar Wali Kota H. Muhammad Yamin HR.
Dengan gerak cepat ini, Pemkot Banjarmasin langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera merampungkan Peraturan Wali Kota (Perwali) agar alokasi anggaran bantuan presiden dapat segera dieksekusi demi kemaslahatan masyarakat luas.
Yayan Ardi
